LANGIT7.ID, Jakarta - Pada dasarnya setiap umat muslim diwajibkan untuk beribadah kepada Allah SWT. Tetapi ibadah yang dilakukan semestinya didasarkan atas kecintaan kepada Sang Khalik.
Bahkan Allah SWT memerintahkan Rasul-Nya untuk mencintai Allah dalam surat Ali 'Imran ayat 31 yang berbunyi:
قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Artinya: Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Menurut Wakil Ketua Umum PP Persatuan Islam (Persis), al-Ustaz Jeje Zaenudin, di dalam ayat tersebut Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya untuk mencintai Allah SWT.
Baca Juga: KH Jeje: Meyakini Agama Saja Tidak Cukup Tanpa Memelajari"Perintah yang Allah tugaskan kepada Rasul-Nya bukan mengatakan kalau kalian beriman kepada Allah, kalau kalian beribadah kepada Allah, tetapi kalau kalian mencintai Allah," tutur Ustaz Jeje dikutip dalam ceramahnya di akun An Ni'mah TV, Rabu (7/9/2022).
Oleh karena itu, lanjut Ketua STAIPI Jakarta ini, keimanan seorang hambanya akan mencapa derajat puncaknya ketika dia benar-benar mencintai Allah SWT. "Begitu pula beribadah kepada Allah tidak mencapai kesempurnaan melainkan ibadah yang mencapai derajat mahabbah (kecintaan)," tuturnya.
Dengan demikian, kesempurnaan beragama secara keseluruhan yakni puncaknya ketika semuanya didasarkan pada kecintaan atas Allah SWT. "Di mana keimanan yang sebenarnya adalah telah mencintai Allah," ucapnya.
Baca Juga: 91 Tahun Syed Naquib Al-Attas, Bangun Kerangka Berpikir Islami Hadapi Modernisasi(zhd)