Lahir dari perlawanan terhadap kolonialisme, pan-Islamisme menjelma jadi alat soft power. Dari Al-Manar ke Twitter, gagasan persatuan umat terus berganti wajah, tapi menyimpan paradoks yang sama.
Ada paradoks dalam sejarah intelektual Islam: ajaran tauhid yang menjadi napas utama risalah kenabian justru baru menjadi ilmu setelah Nabi Muhammad wafat.
Kehidupan perempuan di masa Nabi perlahan-lahan sudah mengarah kepada keadilan gender. Akan tetapi setelah beliau wafat dan wilayah Islam semakin meluas, kondisi ideal yang mulai diterapkan Nabi kembali mengalami kemunduran.
Pada abad pertengahan, peradaban Islam menjadi pioner dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Bukan hanya menguasai diskursus hukum dan ilmu sosial, umat Islam juga piawai
Masjid Agung Katara (Blue Mosque) menjadi magnet penggemar sepak bola dari seluruh dunia selama ajang Piala Dunia 2022. Masjid ini telah menarik hati banyak penggemar nonmuslim untuk mengenal Islam lebih dekat.
Profesor di Universitas Bogazici, Ayes Selcuk Esenbel mengungkapkan, nasionalis Jepang ingin menjadi penyelamat umat Islam sebelum Perang Dunia II. Mereka berusaha mengkooptasi umat Islam sebagai sekutu kekaisaran Jepang melawan kekuatan Barat pada 1900-1945.
Sejumlah ulama dan tokoh nasional dari berbagai ormas Islam seperti Muhammadiyah, Alwashliyah, Persatuan Islam, NU hadir dalam pernyataan deklarasi di Aula Buya Hamka.
Umat Islam pernah menjadi fattah atau penguasa peradaban. umat Islam pernah menempati puncak kegemilangan yang memiliki dampak luar biasa ke seluruh dunia. Namun sayang kondisi umat Islam saat ini berada dalam kemunduran.
Kehadiran muslim ternyata menonjol di Inggris, salah satunya dalam karya salah satu tokoh sastra klasik di Inggris William Shakespeare (1564-1616). Namun, hal tersebut diabaikan selama berabad-abad.