Di antara ciri manusia yang bertakwa adalah beriman kepada rasul Allah. Di dalam Alquran surah Al-Baqarah 2: 177 disebutkan bahwa manusia yang bertakwa dan benar imannya adalah mereka yang beriman kepada Allah Swt., Hari Akhir, malaikat, dan para nabi.
Di antara ciri manusia yang bertakwa adalah beriman kepada Kitab Allah Swt. Dalam Alquran surah Al-Baqarah 2: 4 disebutkan bahwa manusia yang bertakwa adalah mereka yang beriman kepada Kitab Allah Swt. yang diturunkan kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam (Alquran) dan Kitab yang diturunkan sebelumnya serta beriman kepada Hari Akhir
Di antara ciri manusia yang bertakwa adalah beriman kepada malaikat. Beriman kepada malaikat merupakan salah satu dari rukun iman. Beriman kepada malaikat berarti meyakini keberadaan malaikat sebagai makhluk Allah Swt. yang senantiasa mematuhi perintah, bertasbih, dan memuji Allah Swt.
Di atas semua hal yang gaib itu, Allah Swt. adalah Tuhan Yang Maha Mengetahui dan Mahakuasa atas segala sesuatu yang telah dan bakal terjadi. Allah Swt. adalah Alim al-gaib wa al-syahadat.
Di antara ciri manusia bertakwa adalah beriman kepada Allah Swt. Di dalam Alquran surah Al-Baqarah 2: 177 disebutkan bahwa mereka yang bertakwa dan benar keimanannya adalah manusia yang beriman kepada Allah Swt. dan Hari Akhir.
Di dalam Alquran terdapat beberapa istilah yang merujuk kepada manusia yang cerdas (ashab al uqul, dzawil uqul) yaitu ulul albab, ulul abshar (Qs. Al-Hasyr 59: 2), ulul ilmi (Qs. Ali Imran 3: 18), dan ulun nuha (Qs. Thaha 20: 54). Walaupun memiliki penekanan yang sedikit berbeda, empat istilah tersebut merujuk kepada mereka yang senantiasa menggunakan akal yang sehat, pikiran yang jernih, hati yang bersih, dan ilmu yang mendalam.
Manusia adalah makhluk Allah Swt. yang sempurna. Dijelaskan bahwa manusia adalah makhluk berakal yang dengan akal itu mereka dapat membedakan, memilah, dan memilih kebaikan dan menjauhi keburukan.
Ketua Dewan Pers periode 2010-2016, Prof. Dr. H. Bagir Manan menyebut tidak ada kebebasan pers sepenuhnya atau tetap ada batasan. Meski begitu, menurut Bagir, pers tetap harus terdepan dalam kehidupan intelektual masyarakat.
Forum Jurnalis Wakaf Indonesia (Forjukafi) bersama Yayasan Jala Surga, dan Persatuan Guru Nahdatul Ulama (Pergunu) mengadakan bedah buku bertajuk Kiai Milyarder Tapi Dermawan, pada Selasa (23/8/2022) di Dewan Pers, Jakarta.