Presiden Joko Widodo memberikan sejumlah arahan terkait meluasnya penyakit gangguan ginjal akut pada anak ke jajarannya, salah satunya untuk mengutamakan keselamatan masyarakat.
Kita bisa simpulkan bahwa obat ini (Fomepizole) memberikan dampak positif dan kita akan mempercepat kedatangannya ke Indonesia sehingga anak-anak bisa terselamatkan. Kita akan memberikan obatnya kepada pasien AKI secara gratis,
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan akan mempidanakan dua industri farmasi yang memiliki kandungan cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) tinggi pada obat sirop yang mereka edarkan.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melaporkan telah tercatat 245 kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal atau acute kidney injuries (AKI) pada anak. Kasus tersebut tersebar di 26 provinsi.
Hingga kini para ahli masih meneliti penyebab utama gagal ginjal akut pada anak. Belum ada kejelasan, apakah efek campuran sirop yang diminumkan atau ada infeksi lain yang mengikut saat anak tengah sakit.
Rahmad menilai masyarakat harus diberi edukasi terkait cara mengatasi penyakit tersebut tanpa harus menggunakan obat cair. Di antaranya seperti kapsul, tablet, racikan, injeksi hingga suppositoria yang biasa diberikan melalui anus.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan terdapat 133 obat sirup tanpa propilen glikol, polietilen glikol, sorbitol, dan gliserin atau gliserol, sehingga aman dikonsumsi bila sesuai aturan pakai.
Saifullah menuturkan, produk obat tidak stabil karena adanya inkompatibilitas dan stabilitas. Contoh stabilitas tidak bisa terjadi pada penyimpanan yang tak baik selama distribusi dan produksi.
Terkait tingginya angka kematian kasus gangguan ginjal akut, Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah menetapkan kasus tersebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
Fomepizole merupakan penangkal yang digunakan untuk mengobati keracunan dengan etilen glikol (antibeku) atau metanol (terkandung dalam pelarut, bahan bakar, dan bahan kimia rumah tangga atau otomotif lainnya).
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan tak semua obat sirop produksi PT Konimex, Termorex Syrup, tercermar etilen glikol, hanya bets tertentu saja.
Kalau minum obatnya sudah lama, sudah semingguan lebih yang lalu, dan sekarang anaknya nggak ada gejala apa-apa, nggak ada yang perlu dilakukan selain melihat kondisi anak secara fisik, ada gejala gangguan ginjal tidak, cek aja pipisnya,