LANGIT7.ID - , Jakarta -
Kementerian Kesehatan RI mendatangkan obat
Fomepizole injeksi ke Indonesia untuk memulihkan kesehatan 69 pasien
gangguan ginjal akut progresif atipikal. Obat tersebut didatangkan dari Singapura ke Indonesia pada Ahad (23/10/2022) kemarin.
"Obatnya memang di Indonesia tidak punya. Kemarin didatangkan dari Singapura, saya baru kontak rekan saya Menteri Kesehatan Singapura dan Australia, karena yang paling dekat," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dikutip dari Antara, Senin (24/10/2022).
Baca juga: BPOM Rilis Daftar 13 Obat Sirup yang Aman untuk AnakApa itu fomepizole?
Fomepizole merupakan penangkal yang digunakan untuk mengobati keracunan dengan
etilen glikol (antibeku) atau metanol (terkandung dalam pelarut, bahan bakar, dan bahan kimia
rumah tangga atau
otomotif lainnya).
Penawar ini biasa digunakan bersamaan dengan prosedur cuci darah atau hemodialisis. Fomepizole bekerja dengan menghambat alkohol dehidrogenase, enzim dalam tubuh yang dapat memetabolisme etilen glikol dan metanol sehingga menjadi bentuk yang beracun.
Namun, U.S. Food and Drug Administration (U.S. FDA) memberikan kategori C untuk fomepizole pada
kehamilan yang berarti keamanan penggunaannya pada
ibu hamil belum diketahui.
Pada
ibu menyusui, belum diketahui apakah fomepizole terdapat dalam ASI atau dapat membahayakan bayi yang disusui. Karena itulah, Anda perlu menginformasikan pada dokter apabila sedang hamil atau menyusui.
Baca juga: Imbauan Setop Obat Sirop, Guru Besar UGM: Keputusan DilematisSebagai informasi, fomepizole memiliki efek samping yang mungkin timbul setelah mengonsumsinya. Beberapa efek yang ditemui antara lain, sakit kepala, pusing atau mengantuk, mual, dan rasa tidak enak karena rasa logam di mulut.
Jika kemudian muncul ruam pada kulit, memar, kesemutan berat, kebas, nyeri, kelemahan pada otot, mual dan pusing berat atau sensasi berputar juga kepala terasa ringin seperti mau pingsan, segera hubungi dokter.
(est)