Dalam shalat yang merupakan penghambaan manusia kepada Sang Pencipta, seorang muslim dilarang melakukan aktifitas lain, bahkan hanya untuk sekedar melirik ke kanan atau ke kiri.
Shalat memiliki manfaat bagi psikologis manusia. Gerakan dari berdiri, takbir hingga salam bukan hanya ritual ibadah semata, tapi ada keutamaan yang baik.
Shalat selain merupakan ibadah wajib yang harus diniatkan karena Allah, juga membawa manfaat bagi kesehatan. Hal ini diakui juga oleh Dokter Peraih Nobel Kedokteran.
Dokter Pakar Neuroparenting dr. Aisah Dahlan, CHt, membeberkan alasan medis dzikir mampu memberikan ketenangan jiwa kepada seseorang. Dzikir yang dilafalkan akan membawa banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.
Membasuh wajah dan kedua telapak tangan dapat menghilangkan debu dan mikroba. Aktivitas ini juga menghilangkan keringat dan membersihkan kulit dari lemak yang dipartisi oleh kelenjar kulit.
Sesungguhnya, tatkala seorang hamba berdiri shalat, didatangkanlah seluruh dosanya, kemudian diletakkan di atas kepala dan kedua bahunya, maka ketika ia (dalam posisi) rukuk dan sujud, dosa-dosa tersebut berguguran.
Jika Shalat Jenazah dilakukan di waktu sesudah Ashar atau setelah Subuh, maka dibolehkan. Shalat Jenazah boleh dilakukan di dua waktu, yaitu setelah Ashar dan setelah Subuh.
Shalat merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Tak hanya menjadi penyelamat di akhirat kelak, shalat ternyata sangat berpengaruh pada kesehatan manusia.