Tidak sempurna keimanan seorang muslim jika tidak mencintai Nabi Muhammad SAW. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon, Buya Yahya, menjabarkan salah satu tanda seseorang mencintai Rasulullah SAW.
Nabi Muhammad SAW merupakan manusia paling lembut dan penuh kasih sayang. Tetapi, bukan berarti Rasulullah tidak pernah marah. Kemarahan beliau bukan karena alasan pribadi, tapi marah jika ajaran Islam dicederai. Inilah penyebab kemarahan Rasulullah.
Dalam hadis tersebut, tersirat bahwa tercelanya pertengkaran yang terjadi di antara kaum muslimin. Kemudian juga Ilmu dan berkah dari sesuatu kadang hilang dan terangkat disebabkan pertengkaran dan retaknya ukhuwah di antara kaum muslimin.
Salah satu tenaga medis yang sangat mumpuni di zaman Rasulullah SAW yakni sang istri, Aisyah binti Abu Bakar. Kecerdasan Aisyah radiallahu anha (RA) tercermin dari pintarnya dalam ilmu kedokteran yang membuat orang lain kagum
Islam sendiri menekankan pentingnya ketahanan pangan dan usaha umat manusia untuk menjaganya. Sebagaimana Rasulullah Saw bersabda: Jika terjadi hari kiamat sementara di tangan salah seorang dari kalian ada sebuah tunas, jika ia mampu sebelum terjadi hari kiamat untuk menanamnya, maka tanamlah. (HR Bukhari dan Ahmad).
Dari masjid, kata Zainut, juga muncul para sahabat yang menjadi pendakwah besar ke berbagai belahan dunia. Di antaranya, Abu Hurairah, Salman al Farizi, Bilal bin Rabbah, dan para sahabat lainnya. Karena itulah, sangat penting bagi pengurus untuk memerkuat peran masjid, terutama di era saat ini.
Kelahiran Rasulullah menjadi titik balik bagi moral bangsa Arab dan manusia secara keseluruhan hingga kini. Tak hanya itu, ada sejumlah keistimewaan dan peristiwa menakjubkan lainnya.
Kehidupan Rasulullah jauh dari kata mewah dari sudut pandang materialisme. Pakaian yang dikenakan sederhana tapi berwibawa. Makan sekadar menambah energi untuk beribadah.
Rasulullah shalallahu alaihi wassalam merupakan nabi terakhir umat Islam. Di mana kehadirannya banyak membawa transformasi atau perubahan dalam kehidupan manusia, termasuk urusan mentalitas.
Pendiri Pesantren Nur Inka Nusantara Madani, Amerika Serikat, Imam Shamsi Ali menyebut ada enam kewajiban umat muslim sebagai tanda pengikat pada Rasulullah SAW.
Lisan adalah karunia Allah SWT yang patut disyukuri. Cara mensyukurinya adalah dengan menggunakan lisan tutur kata terpuji dan berpikir sebelum berucap. Berpikir sebelum bertindak adalah perilaku yang bijak.