LANGIT7.ID -
Nabi Muhammad SAW merupakan manusia paling lembut dan penuh kasih sayang. Tetapi, bukan berarti
Rasulullah tidak pernah marah. Kemarahan beliau bukan karena alasan pribadi, tapi marah jika ajaran Islam dicederai.
Youtuber asal Mesir, Mohamed Elfouly, menceritakan empat momen ketika Rasulullah marah. Semua kemarahan itu berkaitan dengan ajaran Islam yang dicederai.
Berikut empat penyebab kemarahan
Rasulullah SAW:
1. Menolak Rukhsah dalam IbadahDalam hadits Muslim No.4346 diceritakan, Rasulullah SAW pernah memberikan keringanan kepada kaum muslimin dalam suatu masalah. Tetapi, mereka tidak mau menerimanya. Akhirnya, berita itu sampai kepada Rasulullah SAW hingga membuat beliau marah. Kemarahan itu tampak pada wajah beliau.
Kemudian, Rasulullah SAW bersabda, “Mengapa orang-orang tidak mau menerima keringanan yang telah diberikan kepada mereka melalui perantaraku? Demi Allah, aku adalah orang yang paling mengenal Allah dan yang paling dekat kepada-Nya.” (HR Muslim)
Baca Juga: 3 Amalan yang Tak Pernah Ditinggalkan Rasulullah SAW
“Jadi, kita tidak boleh menolak rukhsah (keringanan),” kata Fouly di kanal Youtube-nya, Selasa (1/11/2022).
Seorang muslim tidak boleh menolak rukhsah atau keringanan, karena itu merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Ada banyak dalil terkait hal ini. Misal dari Ibnu Umar RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah suka ketika rukhsah dari-Nya diambil, sebagaimana Dia membenci tatkala maksiat kepada-Nya dilakukan.” (HR Imam Ahmad, Bazzar, dan Thabrani dalam Al Ausath). Dalam riwayat Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda:
“Sesungguhnya Allah mencintai tatkala diambil rukhsah dari-Nya sebagaimana Dia mencintai ketika dilaksanakan perintah-perintah-Nya.” HR Thabrani dalam Mu'jam Al Kabiir dan Al Bazzar, dan perawinya tsiqah).
2. Imam yang Memanjangkan Bacaan SalatDalam hadits Bukhari No.6626 dikisahkan seorang laki-laki menemui Rasulullah SAW dan berujar, “Hai Rasulullah, Demi Allah, sungguh saya memperlambat-lambatkan diri dari shalat Subuh karena si fulan yang menjadi imam, ia selalu memanjangkan bacaan shalatnya jika shalat bersama kami.”
Baca Juga: 7 Kebiasaan Sehat Rasulullah yang Diakui Secara Ilmiah
Abu Mas’ud berkata, belum pernah kulihat Nabi SAW sedemikian marahnya seperti ketika beliau menasihatinya. Lantas Nabi SAW menegur:
“Hai manusia, di antara kalian ada yang menjadikan orang lain menjauhkan diri dari (masjid dan ibadah), siapa di antara kalian mengimami orang-orang, lakukanlah secara ringkas, sebab di sana ada orang-orang tua, orang lemah, dan orang yang mempunyai keperluan.” (HR Muslim)
“Jadi, memanjangkan bacaan saat mengimami shalat berjamaah adalah hal yang membuat Rasulullah marah,” kata Fouly.
3. Tak Mau Menghukum Keluarga Saat SalahDalam hadits riwayat Imam Muslim No.1016, diceritakan tentang seorang putri bangsawan yang mencuri. Hukuman pencuri adalah potongan tangan. Namun, bangsawan itu enggan menyampaikan ke Rasulullah karena tak mau anaknya cacat.
Baca Juga: Para Pemuda Istimewa, Sahabat Rasulullah yang Beriman Sejak Muda
Aisyah RA lalu menyampaikan respon Nabi Muhammad SAW kala itu. Rasulullah SAW bersabda, “Apakah engkau akan memberikan pertolongan untuk membebaskan suatu hukuman dari hukum-hukum yang telah ditetapkan Allah?”
Rasulullah lalu berdiri dan berkhutbah: “Wahai manusia, orang-orang sebelummu binasa adalah karena jika ada seseorang yang terpandang di antara mereka mencuri, mereka membebaskannya, dan jika ada orang lemah di antara mereka mencuri, mereka menegakkan hukum padanya.” (Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut riwayat Muslim)
Menurut riwayat lain, Aisyah RA berkata, “Ada seorang perempuan meminjam barang lalu memungkirinya, maka Nabi SAW memerintahkan untuk memotong tangannya.”
4. Sikap RasisRasulullah SAW pernah marah kepada Abu Dzar Al-Ghifari karena masih memiliki sedikit sifat rasis. Kala itu, Abu Dzar beradu mulut dengan temannya. Hingga puncak pertengkaran, Abu Dzar mengejek sang teman dengan kata-kata rasis. Abu Dzar mengejek ibu temannya itu dengan perkataan yang tidak baik.
Baca Juga: Solusi Jitu Rasulullah Atasi Krisis Ekonomi di Madinah
“Bagaimana kalau Nabi Muhammad SAW melihat kita hari ini? Bagaimana kalau Nabi Muhammad melihat kita mengatakan ‘orang Jawa sifat buruknya, sifat buruknya itu’. Hati-hati dari perkataan kita yang mengandung rasisme,” kata Fouly.
Dari Al Ma'rur bin Suwaid, dia berkata, "Kami dulu melewati Abu Dzar di Rabdzah, di waktu itu dia memakai kain burdah, sama seperti dia, budaknya juga memakai pakaian yang sama.
Kami kemudian bertanya, "Wahai (Abu Dzar), jika anda menggabungkan dua kain burdah, itu pasti akan menjadi pakaian yang lengkap."
Kemudian dia berkata, “Sebelum saya pernah berdebat secara lisan dengan saudara saya (yang beriman), ibunya adalah seorang 'Ajam (non-Arab), kemudian saya mengejek ibunya sampai dia mengadu kepada Nabi SAW.
Baca Juga: Yuk, Serius Jalani Pola Hidup Ala Rasulullah SAW Mulai SekarangKetika saya bertemu nabi, dia berkata: "Wahai Abu Dzar, masih ada dalam dirimu sifat kebodohan."
Maka saya keberatan, "Ya Rasulullah, barang siapa mencela seorang laki-laki, maka mereka (laki-laki itu) akan mencela ayah dan ibunya."
Dia berkata lagi: “Wahai Abu Dzar, masih ada di dalam dirimu sifat Jahiliyyah, mereka semua adalah saudaramu yang telah Allah jadikan untuk tunduk di bawah kekuasaanmu. Oleh karena itu, beri mereka makanan saat kamu makan, beri mereka pakaian seperti yang kamu kenakan , dan janganlah kamu membebani mereka melebihi kemampuannya. Jika kamu membebani mereka, maka bantulah mereka.”
Dalam riwayat lain disebutkan, Abu Dzar menjawab: "Apakah karena kondisi saya lebih menonjol?"
Rasulullah menjawab: "Ya." Dan dalam riwayatnya, Abu Mu'awiyah disebutkan, "Ya, karena kondisimu lebih baik." (HR Muslim No.3139).
(jqf)