LANGIT7.ID, Jakarta - Akhir-akhir ini, marak kasus mahasiswa terjerat pinjaman online alias pinjol. Praktik pinjol sejatinya sangat meresahkan seluruh elemen masyarakat.
Alih-alih solusi masalah keuangan, pinjol justru menjadi bumerang bagi peminjam. Banyak orang terlilit utang dan sulit melunasinya karena bunga tinggi. Belum lagi tempo waktu yang ditentukan kerap disertai ancaman dan teror.
Baca Juga: Pinjol Jerat Mahasiswa, Murniati: Miris Padahal Al-Quran Sudah Ingatkan Hati-HatiMelansir dari MUI, Jumat (18/11/2022), Rasulullah SAW telah memberi peringatan akan bahaya utang dalam sabdanya. Dalam suatu hadits, Rasulullah SAW senantiasa berdoa kepada Allah SAW dan memohon perlindungan agar tidak terlilit utang.
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَدْعُو فِي الصَّلَاةِ وَيَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ فَقَالَ لَهُ قَائِلٌ مَا أَكْثَرَ مَا تَسْتَعِيذُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مِنْ الْمَغْرَمِ قَالَ إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَرِمَ حَدَّثَ فَكَذَبَ وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ"Dari 'Aisyah RA menceritakan bahwa Rasulullah SAW berdoa dalam sholat, "Allahumma innii a'uudzu bika minal ma'tsami wal maghram" (Ya Allah aku berlindung kepadamu dari berbuat dosa dan terlilit utang)."
Menurut Rasullah SAW, orang yang ingin berutang hendaklah benar-benar karena terpaksa. Lebih baik menghindari utang sebisa mungkin. Sebab orang yang berutang rawan berbohong dan tidak menepati janji.
Kemudian ada seseorang yang bertanya, "Mengapa Engkau banyak meminta perlindungan dari utang, wahai Rasulullah?"
Lalu Nabi menjawab, "Sesungguhnya seseorang apabila sedang berutang ketika dia berbicara biasanya berdusta dan bila berjanji sering menyelisihinya." (HR Bukhari no 2222)
Rasulullah SAW juga menolak untuk mensalatkan salah seorang sahabat yang meninggal dunia, tapi masih memiliki utang.
عَنْ سَلَمَةَ بْنِ الْأَكْوَعِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُتِيَ بِجَنَازَةٍ لِيُصَلِّيَ عَلَيْهَا فَقَالَ هَلْ عَلَيْهِ مِنْ دَيْنٍ قَالُوا لَا فَصَلَّى عَلَيْهِ ثُمَّ أُتِيَ بِجَنَازَةٍ أُخْرَى فَقَالَ هَلْ عَلَيْهِ مِنْ دَيْنٍ قَالُوا نَعَمْ قَالَ صَلُّوا عَلَى صَاحِبِكُمْ قَالَ أَبُو قَتَادَةَ عَلَيَّ دَيْنُهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَصَلَّى عَلَيْهِBaca Juga: Amalan Doa untuk Pebisnis yang Terlilit Masalah UtangDari Salamah bin al-Akwa' RA, bahwa dihadapkan kepada Nabi SAW satu jenazah agar disalatkan. Lalu Nabi bertanya, “Apakah orang ini punya utang?" Mereka berkata, "Tidak." Maka Nabi mensholatkan jenazah tersebut.
Kemudian didatangkan lagi jenazah lain kepada Rasulullah, lalu Nabi bertanya, "Apakah orang ini punya utang?" Mereka menjawab, "Ya." Rasulullah bersabda, "Salatilah saudaramu ini." Kemudian Abu Qatadah (sahabat Nabi) berkata, "Biar nanti aku yang menanggung utangnya." (HR Bukhari no 2131)
Rasulullah SAW mengimbau umatnya untuk memiliki tekad kuat membayar dan tidak menyepelekan utang.
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ أَخَذَ أَمْوَالَ النَّاسِ يُرِيدُ أَدَاءَهَا أَدَّى اللَّهُ عَنْهُ وَمَنْ أَخَذَ يُرِيدُ إِتْلَافَهَا أَتْلَفَهُ اللَّهُ"Orang yang berutang serta bertekad untuk membayarnya, maka Allah akan (memudahkan) melunasinya bagi orang tersebut. Sebaliknya, orang yang berutang dengan maksud merusaknya (tidak melunasinya), maka Allah akan merusak orang tersebut." (HR Bukhari no 2212)
Lebih baik pula apabila seseorang menyegerakan membayar utang dan tidak menundanya bagi yang mampu. Rasulullah SAW bersabda:
مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْمٌ"Menunda pembayaran bagi orang yang mampu melunasi utang adalah kezaliman." (HR Bukhari no 2225).
Baca Juga:
Apakah Kredit Termasuk Utang? Ini Hukumnya dalam Islam
Cara Melunasi Utang bila Hilang Kontak dengan Kreditur(gar)