Dari masjid, kata Zainut, juga muncul para sahabat yang menjadi pendakwah besar ke berbagai belahan dunia. Di antaranya, Abu Hurairah, Salman al Farizi, Bilal bin Rabbah, dan para sahabat lainnya. Karena itulah, sangat penting bagi pengurus untuk memerkuat peran masjid, terutama di era saat ini.
Kelahiran Rasulullah menjadi titik balik bagi moral bangsa Arab dan manusia secara keseluruhan hingga kini. Tak hanya itu, ada sejumlah keistimewaan dan peristiwa menakjubkan lainnya.
Kehidupan Rasulullah jauh dari kata mewah dari sudut pandang materialisme. Pakaian yang dikenakan sederhana tapi berwibawa. Makan sekadar menambah energi untuk beribadah.
Rasulullah shalallahu alaihi wassalam merupakan nabi terakhir umat Islam. Di mana kehadirannya banyak membawa transformasi atau perubahan dalam kehidupan manusia, termasuk urusan mentalitas.
Pendiri Pesantren Nur Inka Nusantara Madani, Amerika Serikat, Imam Shamsi Ali menyebut ada enam kewajiban umat muslim sebagai tanda pengikat pada Rasulullah SAW.
Lisan adalah karunia Allah SWT yang patut disyukuri. Cara mensyukurinya adalah dengan menggunakan lisan tutur kata terpuji dan berpikir sebelum berucap. Berpikir sebelum bertindak adalah perilaku yang bijak.
Habib Achmad Al-Habsyi mengungkapkan, mempelajari sirah nabawiyah merupakan keharusan bagi setiap umat Islam. Sirah nabawiyah merupakan jembatan untuk mengenal Rasulullah SAW. Saat sudah mengenalnya, maka akan tumbuh rasa cinta kepada manusia paling mulia itu.
Ulama mazhab Maliki asal Maroko, Syekh Syarif Hasan Al-Kattani Al-Hasani Al-Maliki, menegaskan, tidak sempurna keimanan seorang muslim jika tidak mencintai Rasulullah SAW.
Akhlak dan perilaku Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah pedoman hidup bagi umat Islam, termasuk aktivitas tidur. Dalam Islam, tidur adalah waktu untuk beristirahat.
Nabi Muhammad Saw mempunyai kelebihan atau mukjizat yang dianugerahi Allah SWT. Di antaranya adalah Al-Qur'an yang menjadi mukjizat terbesar dan menjadi kitab suci umat Islam.
Setiap orang berhak memiliki privasi dan rahasianya masing-masing. Setiap orang juga harus menghormati batas-batas privasi orang lain. Oleh sebab itu, Rasulullah SAW melarang umatnya dalam memata-matai orang lain demi mencari kesalahan.