Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

6 Kewajiban Bukti Pengingkat Umat Islam pada Rasulullah SAW

Fifiyanti Abdurahman Sabtu, 08 Oktober 2022 - 10:02 WIB
6 Kewajiban Bukti Pengingkat Umat Islam pada Rasulullah SAW
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Pendiri Pesantren Nur Inka Nusantara Madani, Amerika Serikat, Imam Shamsi Ali menyebut ada enam kewajiban umat muslim sebagai tanda pengikat pada Rasulullah SAW.

Imam Shamsi Ali menyebut mengenal Rasulullah shalallahu alaihi wasalam sebagai kewajiban pertama. Menurutnya, mengenal Nabi Muhammad SAW bisa dilakukan dengan membawa sirah nabawiyah.

Baca juga: Imam Shamsi Ali Gelar Street Dakwah di Jantung Kota New York

"Bagaimana kita akan mencintai bila tidak kenal? Maka kewajiban pertama kita adalah belajar mengenal siapa Nabi Muhammad SAW atau ma'rifatul rasul," kata Imam Shamsi Ali dalam diskusi daring "Kajian Sirah: Muhammad SAW dan Transformasi Kehidupan", Sabtu (8/10/2022).

Kemudian, kewajiban kedua adalah mengimani Rasulullah saw. Salah rukun iman adalah mengimani rasul-rasul Allah, termasuk Nabi Muhammad saw.

"Mengimani Rasulullah saw kemudian diterjemahkan dalam syahadat," lanjut Imam Shamsi.

Selanjutnya adalah mencintai Rasulullah saw. Menurut Imam Shamsi, esensi dari keimanan baik kepada Allah maupun Rasulullah ada cinta. Sebab, cinta menjadi pemanis dari segala hal yang dilakukan.

"Kita ikut sunnah Rasulullah bukan karena keterpaksaan, tapi karena rasa cinta kepadanya," jelas direktur Jamaica Center ini.

Imam Shamsi Ali melanjutkan, cinta menjadi pengikat keimanan. Artinya orang yang mengaku beriman tetapi tidak cinta, maka dipertanyakan cintanya.

Baca juga: Shamsi Ali: Hari Anti Islamophobia Momentum Umat Islam Semakin Berkembang

Rasulullah SAW berkata, "Tidak beriman diantara kalian sampai dia cinta kepadaku lebih daripada ayahnya, ibunya, anak-anaknya dan lebih dari siapa saja, setelah Allah."

"Maka cinta kita menjadi penentu dari keimanan. Pembuktian pertama dari keimanan itu adalah cinta kita kepada Rasulullah SAW," ucapnya.

Imam Shamsi pun menyebut menaati Nabi saw dengan cara menaatinya.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كل أمتي يدخلون الجنة إلا من أبى، قيل ومن يأبى يا رسول الله؟! قال: من أطاعني دخل الجنة، ومن عصاني فقد أبى

“Setiap umatku akan masuk surga, kecuali orang-orang yang enggan untuk memasukinya. Ada seseorang yang bertanya, siapakah orang yang enggan tersebut wahai Rasulullah ? Beliau bersabda, “Barangsiapa mentaatiku akan masuk surga, barangsiapa tidak taat kepadaku sungguh dia orang yang enggan masuk surga“.

Allah SWT berfirman dalam surat Ali Imran ayat 31.

قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Artinya: Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Baca juga: Shamsi Ali Soroti Politisasi Agama dan Label Radikal terhadap Sebagian Ustadz

"Ayat itu menerangkan indikasi keimanan kita kepada Rasulullah dan kewajiban sebagai relasi dengannya," tutur Presiden Nusantara Foundation itu.

Kemudian, memuliakan Rasulullah SAW menjadi kewajiban selanjutnya bagi umat Islam. Penting kiranya bagi Muslim untuk menghormati, memuliakan, dan juga membentengi kemuliaan Rasulullah SAW.

"Orang Islam pasti akan marah bila Rasulullah direndahkan. Karena itu bagian dari rasa kemuliaan kita dan menjaga kemuliaan Rasulullah SAW. Kemarahan kita jika Rasulullah direndahkan, karena kecintaan kita kepadanya lebih dari diri sendiri," katanya.

Dalam surah Al-Araf ayat 157 Allah SWT mengatakan, "(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an), mereka itulah orang-orang beruntung.

Kewajiban terakhir adalah meneruskan misi dakwah Rasulullah. Nabi Muhammad saw adalah nabi terakhir yang diutus untuk memberikan kabar gembiran dan peringatan kepada umat manusia.

Baca juga: Imam Shamsi Ali Ungkap 8 Tantangan dan Peluang Dakwah di Amerika

"Rasulullah meninggal di usia 60'an, maka misi dakwah ini harus diteruskan oleh mereka yang pengaku pengikut Rasulullah, tanpa terkecuali. Apapun keadaan kita, pekerjaan, kesibukan dan apapun posisi kita dalam dunia ini, semua yang mengucapkan syahadat wajib menjadi dai dijalan Allah, penerus Rasulullah SAW," tegas Imam Shamsi.

Dia pun menekankan dakwah tidak hanya dari berceramah, tapi menyampaikan Islam baik dengan perkataan dan perbuatan.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
TOPIK TERPOPULER
Terpopuler 0 doa
4 snbt
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)