Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memastikan organisasi Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS) hadir pada Forum Agama G20 (R20) di Bali 2-3 November 2022.
BSI dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melakukan kerja sama untuk menjajaki terciptanya ekosistem islami di Indonesia, ditandai dengan pemanfaatan produk dan jasa layanan perbankan syariah untuk meningkatkan tingkat penetrasi di kalangan warga NU.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), mengungkapkan, salah satu tujuan forum Religion Twenty (R20) International Summit of Religious Leaders adalah memberikan kontribusi atas masalah-masalah di Forum G20.
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Chohlil Staquf (Gus Yahya), menjelaskan, gagasan dasar R20 adalah keinginan membuat satu platform diskusi antarpemimpin agama yang lebih jujur dan langsung menyasar masalah-masalah nyata.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menilai, kasus kematian santri di Pondok Modern Darussalam Gontor berinisial AM tidak mengurangi kontribusi pesantren dalam mencerdaskan bangsa.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), memberikan dukungan kepada Pondok Modern Darussalam Gontor untuk menyelesaikan masalah kematian santri berinisial AM dengan baik.
Buya Anwar menilai, NU dan Muhammadiyah sejauh ini belum mampu menggali dan menggerakkan potensi organisasi dan warganya. Sehingga peran dan kontribusi umat Islam di negeri ini tampak belum maksimal, terutama masalah politik dan ekonomi.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf mendatangi Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir di Jakarta.
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, mengapresiasi pertemuan Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, dan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta, Ahad (4/9/2022).
Pada kesempatan sama, Yahya Cholil Staquf mengistilahkan Muhammadiyah dan NU sebagai dua sayap garuda. Jika ingin dua sayap ini membawa Indonesia terbang tinggi, maka dalam urusan yang dinamis sudah sewajarnya terdapat perbedaan.
Menurut Kiai Mosqith, poligami meniscayakan beberapa syarat. Mulai dari kemampuan material finansial dan biologis hingga mampu etika moralnya untuk berbuat adil kepada istri-istrinya.
Alissa menilai bahwa generasi muda Indonesia perlu memperhatikan isu-isu kebangsaan yang sedang berkembang. Ini guna menumbuhkan kemampuan untuk memahami Indonesia secara menyeluruh.
Mengenai cara memaknai kemerdekeaan, ia mengatakan masih terdapat banyak hal yang perlu diperbaiki dalam diri bangsa dan negara Indonesia. Ini agar menjadi bangsa yang jauh lebih baik lagi.