Berdasarkan tafsir Ibnu Katsir, Sekretaris Dewan Hisbah Persatuan Islam, KH Zae Nandang menjelaskan, janganlah bersumpah tidak akan menyambungkan kekerabatan.
KH, Zae Nandang menambahkan, orang-orang yang mendapatkan cobaan-Nya tidak lain yang sudah baligh. Karena anak-anak yang belum baligh masih belum mampu untuk menghadapi cobaan tersebut.
Orang yang dinilai berhasil dalam kehidupan di bumi, yaitu orang yang menjalankan sifat berlaku adil, amanah, dan taat. Tiga perkara itu berkaitan dengan sesama makhluk dan kepada Allah SWT.
Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan 'fi qulubihim maradun' artinya penyakit dalam masalah agama, bukan penyakit pada tubuh. Mereka yang mempunyai penyakit ini adalah orang-orang munafik.
Merujuk pada tafsir Ibnu Katsir dari penggalan ayat di atas, pendakwah Ustaz Oemar Mita mengatakan, kita hanya meminta perlindungan dari semua kejahatan apabila hari telah menjadi gelap gulita.
KH Zae Nandang menegaskan, kehidupan seorang mukmin yang tertib sesuai dengan ajaran agama Islam akan mendapatkan sebuah kehormatan sebagai mukmin sejati.
Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk membalas kejahatan dengan kebaikan. Ada isyarat cinta dari seseorang yang berbuat jahat, ketika kita membalas kejahatannya dengan perbuatan baik.
Siapapun yang bergantung selain kepada Allah, tambah dia, maka orang tersebut tidak akan bahagia. Karena orang yang menggantungkan hal apapun kepada selain Allah hanya akan mendapat kerugian.
Menjadi orang baik dan bermanfaat adalah perbuatan terpuji, di mana hal itu diperintahkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Salah satu dalil yang memerintahkan kita untuk menjadi orang baik, terdapat dalam surat Al Isra ayat 7:
Anggota Dewan Hisbah PP Persis, Ustaz Amin Muchtar menjelaskan, berdasarkan tafsir Ibnu Katsir, penamaan dari surat Al-Fajr memiliki makna yaitu waktu Subuh yang sifatnya umum, yang berarti Subuh yang mana saja.
Dalam ayat di atas, Sekretaris Dewan Hisbah Persatuan Islam, KH Zae Nandang menjelaskan bahwa mengonsumsi apapun yang halal itu dapat membantu kaum mukmin dalam melakukan amal salih.
Kiai Zae Nandang menambahkan, pada ayat tersebut dituliskan bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Oleh sebab itu, perkara apapun yang tidak kita ketahui dan tengah menghadapi masalah yang sulit, maka serahkan kepada Allah yang Maha Mengetahui.