Media sosial memudahkan banyak orang dalam menyampaikan informasi. Kondisi ini harus diimbangi dengan konten-konten positif, apalagi terkait dakwah Islam.
Ketua PP Muhammadiyah periode 2015-2022, Dadang Kahmad, mengaku miris dengan banyaknya informasi negatif yang beredar di platform media sosial sekarang ini.
Direktur Pusat Studi Media dan Demokrasi LP3ES, Dr Wijayanto, menjelaskan alasan banyak politisi saat ini aktif berselancar di media sosial. Pemilu 2024 diisi hampir 60% oleh generasi Z dan Gen Milenial.
Dosen Komunikasi Penyiaran Islam UIN Syarif Hidayatullah, Muhammad Fanshobyi mengatakan, media sosial semestinya digunakan untuk memberikan informasi yang bermanfaat bagi orang banyak.
Dosen Komunikasi Penyiaran Islam, UIN Syarif Hidayatullah, Muhammad Fanshoby memandang bahwa konten bermuatan informasi negatif memang lebih mudah tersebar di media sosial ketimbang konten yang positif. Masyarakat bisa menyaringnya dengan tabayun.
OVO dan Lazada buka suara terkait kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang diduga dilakukan oleh Rajen Indrajana Sofiandi. Dalam kabar yang beredar, Rajen diduga petinggi di kedua perusahaan digital tersebut.
Ada 5 cara menjadikan media sosial lebih atraktif. Hal ini penting untuk mengarahkan warganet agar lebih mudah mengenal produk yang ditawarkan pelaku usaha.
Sebuah video beredar berisi aksi seorang ayah melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap anak dan istrinya. Video tersebut memperlihatkan dengan jelas seorang ayah memukul anaknya yang masih berusia di bawah umur.
Menurut Dadang, jika hal ini terus dibiarkan maka akan merusak keakraban hubungan warga negara di dunia nyata. Sementara di akhirat, mereka juga menerima dosa.
Pengguna Twitter akan diharamkan menaruh tautan yang bertujuan mempromosikan media sosial lain, seperti Facebook dan Instagram. Kendati demikian, Twitter tak memberi rincian batasan-batasan tautan yang dilarang.