Hadirnya orang ketiga di tengah pasangan suami istri yang sah kerap dituding sebagai penyebab rusaknya rumah tangga. Tak hanya perempuan saja yang bisa jadi orang ketiga, laki-laki pun punya peluang yang menjadi perebut istri orang.
Sangat penting suami istri meniatkan segala urusan dalam rumah tangga hanya untuk Allah. Mulai hari ini, ubah cara berpikir kita, lakukan semua karena Allah. Maka Allah akan menjaga kita, kata Ustadz Adi Hidayat.
Di antara hal yang mengganggu keharmonisan rumah tangga adalah nusyuz. Nusyuz adalah istilah dalam fiqih munakahat yang berkaitan erat dengan istri. Nusyuz-nya istri adalah tidak taat kepada suami dalam perkara yang wajib dilakukan.
Suami harus pengertian dan saling memahami dengan tidak memberikan pekerjaan di luar kemampuan. Suami harus memiliki sifat tenggang rasa dan timbang diri.
Istri wajib memelihara diri ketika suaminya tidak ada. Yakni menjaga apa yang wajib atas mereka untuk menjaganya ketika para suami mereka tidak ada, seperti menjaga diri, kehormatan, anak-anak, rumah, dan harta.
Menikah memang berat. Banyak masalah yang harus diselesaikan dengan kepala dingin. Butuh penyesuaian dua kepala untuk satu tujuan. Perlu interaksi dan komunikasi yang baik pula. Apalagi jika menyoal pola asuh dan pendidikan anak.
Setiap pasangan punya carany masing-masing dalam menunjukkan rasa cintanya, hal itu biasa disebut bahasa cinta. Berbeda karakter berbeda pula bahasa cinta yang diungkapkan.
Dalam beberapa kasus, pertengkaran tak jarang dipicu oleh suami yang temperamen alias mudah emosi. Berikut tuntutan Islam dalam menghadapi suami yang demikian.
Diibaratkannya suami istri seperti pakaian, apa maknanya, pertama pakaian menjadi kebanggan. Artinya, seorang suami harus bisa menjadi kebanggan istri begitupun sebaliknya.
Sambil berkelakar, beliau menyebutkan kalau hanya faktor cantik, tak ubahnya cinta seorang bajak laut. Di mana ada yang lebih cantik, di situlah kapal berlabuh.
Mungkin segala cara telah dicoba, seperti berkenalan dengan lawan jenis hingga pada tahap taaruf. Namun kandas di tengah jalan. Maka, sudah saatnya pasrah kepada Allah dan berdoa agar dikaruniai jodoh terbaik.