Penyalahgunaan jabatan dan matinya meritokrasi menjadi lonceng kematian zaman. Awadh bin Ali menguraikan bahwa penyerahan urusan pada yang bukan ahlinya adalah sinyal nyata dekatnya hari kiamat.
Ketika para penjaga wahyu berpulang dan panggung publik dikuasai oleh mereka yang bicara tanpa dasar, dunia sejatinya sedang meniti jalan menuju titik nadir peradaban.
Munculnya barisan penjaga otoritas yang menghalalkan kekerasan menjadi sinyalemen eskatologis tentang runtuhnya nilai kemanusiaan dan hadirnya kemurkaan langit dalam kehidupan publik.
Nubuat Nabi tentang peperangan dengan bangsa Turki berwajah lebar terbukti dalam sejarah invasi Mongol dan Tatar. Peristiwa ini menjadi tanda kecil kiamat sekaligus titik balik peradaban Islam.
Fitnah akhir zaman diibaratkan sebagai potongan malam yang gelap gulita, di mana iman bisa hilang dalam hitungan jam. Nabi memerintahkan untuk menjauhi kegaduhan dan mencari perlindungan kepada Allah.
Nabi Muhammad SAW mengisyaratkan stabilitas keamanan mutlak sebagai tanda kiamat. Perjalanan aman antara Irak dan Mekkah menjadi tolok ukur sampainya dunia pada fase akhir peradaban.
Penaklukan Baitul Maqdis di masa Umar bin al-Khaththab merupakan penggenapan nubuat Nabi sekaligus tanda kecil kiamat. Peristiwa tahun 16 Hijriyah ini menjadi pembuka gerbang bagi drama akhir zaman.
Kelimpahan harta di akhir zaman menjadi paradoks sosial: pemiliknya susah mencari orang yang mau menerima sedekah. Fenomena ini menandai titik jenuh materi di mana emas dan perak kehilangan harganya.
Diutusnya Muhammad shallallahu alaihi wa sallam adalah alarm pertama kiamat. Isyarat dua jarinya menegaskan bahwa dunia telah memasuki babak final dan tidak ada nabi lagi yang menghalangi kehancuran semesta.
Nubuat Nabi tentang bangsa Turk berwajah lebar terbukti dalam sejarah invasi Mongol hingga kejayaan Dinasti Utsmaniyah. Al-Wabil mengurai transformasi bangsa ini dari penghancur menjadi pilar Islam.
Al-Wabil membedah kebatilan teori pembatasan umur dunia 7000 tahun. Di tengah klaim as-Suyuthi, realitas sejarah dan kritik Ibnul Qayyim membuktikan bahwa waktu kiamat mutlak menjadi rahasia Allah.
Al-Wabil membedah rahasia kiamat: bahkan nabi Ulul Azmi pun tidak tahu kapan jam terakhir tiba. Spekulasi waktu kiamat disebut sebagai kebodohan yang menentang otoritas mutlak Allah.
Nabi Muhammad SAW pernah membentangkan peta masa depan dalam khotbah sehari penuh. Hudzaifah Ibnul Yaman menjadi saksi kunci nubuat tentang fitnah yang akan melanda dunia.