Dalam bayang-bayang tirani Firaun, seorang kakak perempuan diam-diam mengawal peti berisi Musa. Kisah ini menyingkap keberanian, strategi, dan peran perempuan dalam sejarah penyelamatan yang agung.
Air Sungai Nil jadi saksi kepasrahan seorang ibu. Demi ilham Ilahi, ia hanyutkan bayinyasebuah ketaatan yang mengalahkan naluri, dan janji Allah pun jadi penghibur hatinya.
Satu pengaduan perempuan mengguncang tradisi jahiliyah. Kisah Khawlah binti Tsalabah menjadi bukti suara perempuan diabadikan dalam Al-Quran. Berikut ini penjelasannya.
Kisah Balqis bukan sekadar legenda istana kaca. Ia menyingkap peran strategis perempuan pada masa Nabi Sulaiman, dari takhta dan diplomasi hingga spiritualitas yang membentuk sejarah wahyu.
Interaksi sosial perempuan dan laki-laki sudah ada sejak kisah Hajar dan Sarah di era Ibrahim. Al-Quran, hadis, dan tafsir menegaskan perannya dalam ruang publik, selama adab dan syariat terjaga.
Peran politik perempuan di negara-negara Muslim terus diperdebatkan. Tafsir klasik yang menempatkan laki-laki sebagai pemimpin kini diuji oleh realitas demokrasi dan tuntutan kesetaraan.
Perempuan sejak awal Islam bukan sekadar pengikut, tapi penjaga ilmu. Dari Aisyah hingga Rabiah, mereka jadi cahaya peradaban, meski sejarah kerap menyingkirkan peran besar mereka.
Al-Quran tidak pernah secara eksplisit menyebut asal perempuan dari tulang rusuk. Sebaliknya, ayat-ayat awal surat An-Nisa dan Al-Hujurat menekankan bahwa manusia diciptakan dari nafs wahidahjiwa yang satu.
Pertanyaan itu membekas hingga hari ini, menjadi salah satu momen penting dalam sejarah kesetaraan spiritual antara laki-laki dan perempuan dalam Islam.
Konflik antara Qabil dan Habil yang berujung pada pembunuhan atas salah satu dari mereka menjadi hari duka bagi Nabi Adam. Ini adalah pembunuhan pertama yang disebabkan perempuan.
Yang dilarang dengan tidak ada keraguan lagi ialah melihat dengan menikmati dan bersyahwat, karena ini merupakan pintu bahaya dan penyulut api. Sebab itu, ada ungkapan, memandang merupakan pengantar perzinaan.
Berdasarkan sunnah kauniyah (ketetapan Allah) yang umum ini, manusia diciptakan berpasang-pasangan, terdiri dari jenis laki-laki dan perempuan, sehingga kehidupan manusia dapat berlangsung dan berkembang.