Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan kunjungan langka ke Korea Utara pada Rabu pagi. Sebelumnya, dia mengatakan kedua negara ingin bekerja sama erat untuk mengatasi sanksi yang dipimpin AS menghadapi konfrontasi yang semakin memanas dengan Washington.
Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin, termasuk orang yang mempercayai Tuhan. Dia diyakini sebagai pengikuti Gereja Ortodoks seperti kebanyakan warga Rusia.
Putin bahwa Moskow akan muncul sebagai pemenang dalam peperangan dengan Ukraina. Putin tidak meragukan hal tersebut, meskipun terjadi kemunduran militer dalam serangan yang berlangsung hampir setahun ini.
Rusia terus-menerus memberikan tawaran secara terbuka untuk negosiasi damai. Meski demikian, Ukraina dan sekutunya mencurigai hal itu sebagai taktik untuk mengulur waktu.
Sebelumnya, Moscow sudah memiliki UU terkait larangan promosi LGBT terhadap anak di bawah umur. Melalui UU terbaru yang telah ditandatangani Putin, kini larangan itu diberlakukan bagi seluruh kalangan usia.
Penggunaan nuklir yang sangat berbahaya dalam peperangan tersebut oleh Putin dapat memicu lebih banyak konsekuensi bagi dunia. Uni Eropa bakal menjatuhkan sanksi baru untuk Rusia
Presiden Rusia, Vladimir Putin membuat Rancangan Undang-Undang (RUU) federal yang memungkinkan negara itu memperbaiki senjata dan peralatan militer dengan cepat.
Putin menghargai misi damai yang dibawa Jokowi perihal konflik Rusia-Ukraina. Putin pun mengatakan dirinya sudah memberitahukan kepada Jokowi terkait kondisi di Ukraina saat ini.
Jokowi menegaskan, Indonesia tidak memiliki kepentingan apapun dalam hal ini. Presiden hanya ingin melihat perang dihentikan dan rantai pasok pangan, pupuk dan energi segera diperbaiki.
Rusia dapat memberikan bantuannya untuk proyek IKN Nusantara. Putin menilai Moskow telah berkembang pesat dan cepat, sehingga berhasil meningkatkan taraf kualitasnya yang tinggi.