Ia lahir di zaman ketika manusia menggantungkan sembah sujud pada bintang-bintang di langit, pada patung-patung buatan tangan sendiri, bahkan pada sesama manusia.
Sarah, yang menyimpan bara cemburu, merasa gusar. Terlebih ketika suatu hari ia melihat Ismail, si anak dayang, memukul adiknya. Murka Sarah memuncak. Ia tak ingin satu atap dengan Hajar dan anaknya.
Kemungkinan besar, asal-usulnya bermula sejak ribuan tahun yang lalu. Yang dapat dipastikan adalah bahwa lembah tersebut dahulu menjadi tempat perhentian kafilah untuk beristirahat, karena terdapat sumber mata air.
Ketika melihat Ismail memukul adiknya, Sarah bersumpah tidak ingin tinggal bersama Hajar dan anaknya. Ibrahim pun membawa Hajar dan Ismail ke selatan, ke sebuah lembah sunyilokasi Makkah sekarang.
Sejumlah ahli berbeda pendapat mengenai siapa yang disembelih oleh Nabi Ibrahim dan di mana peristiwa kurban itu terjadi. Apakah itu terjadi sebelum kelahiran Ishaq atau sesudahnya?
Setelah istri kedua Nabi Ibrahim ini melahirkan Ismail, Siti Hajar seringkali berani menentang omongan Siti Sarah. Suatu ketika, saking jengkelnya, Siti Sarah mengucapkan sumpah yang berat.
Allah melapangkan rezeki Nabi Ibrahim as. Dia mempunyai banyak harta dan hewan ternak. Sampai-sampai ada yang mengatakan bahwa dia memiliki 12.000 kawanan kambing.
Setelah Namrudz dan para pembantunya sepakat untuk membakar Ibrahim as, dia memerintahkan untuk mengumpulkan kayu-kayu bakar dari gunung dengan diangkut oleh bagal.
Penemuan yang dikaitkan dengan Nabi Ibrahim as merupakan penemuan manusia yang terbesar, dan yang tidak dapat diabaikan oleh para ilmuwan atau sejarawan.
Di dalam gua sang ibu melahirkan Ibrahim. Ia melihat kening putranya memancarkan cahaya. Di malam kelahirannya, berhala-berhala berjatuhan, mahkota-mahkota terlepas dari kepala-kepalanya, dan balkon gedung Namrudz ambruk.
Perempuan itu membawa Namrudz, dan melemparkannya ke tanah lapang di antara kumpulan sapi yang sedang merumput. Anehnya, semua sapi menjauhinya dan setiap kali ada binatang yang melihatnya, binatang itu kabur menjauhinya.