Ponpes yang berdiri sejak tahun 1975 itu terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar. Dalam kesehariannya, santri IMMIM dididik agar mampu mandiri, tegar, cerdas, dan memiliki social awareness yang tinggi.
Sebelumnya pada Oktober lalu Gontor baru saja mengoperasikan unit bisnis pondoknya berupa Stasiun Pengisiaan Bahan Bakar Umum (SPBU). Di sektor kesehatan Gontor pun pada Oktober lalu menggelar soft launching Rumah Sakit Yasyfin.
Pengasuh Pondok Modern Tazakka, KH. Anang Rikza Masyhadi, M.A, menjelaskan peran pesantren dalam mencerdaskan bangsa, sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar 1945. Pesantren menjadi basis terdepan dalam menggapai cita-cita Indonesia Maju.
Awal berdiri pesantren di bawah terop, bahkan menyewa rumah penduduk untuk kelas sekaligus pemondokan santri. Santri generasi pertama hanya berjumlah 48 orang.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah KH Yahya Zainul Maarif atau akrab disapa Buya Yahya menilai, pondok pesantren merupakan alternatif terbaik untuk pendidikan anak.
Pada November 1928, Ki Hajar Dewantara sudah menulis satu artikel dengan judul Sistem Pondok dan Asrama itulah Sistem Nasional di Majalah Wasita. Menurutnya, konsep pesantren perlu dijadikan sistem pendidikan nasional.
Menjadi abdi negara bukan halangan untuk berkiprah dalam dunia pesantren. seperti yang dilakukan Kapolsek Eromoko Kabupaten Wonogiri, AKP Surono. Ia mendirikan pesantren gratis untuk anak yatim dan dhuafa.
Bripka Julianto Pane bukan anggota kepolisian biasa. Meski sibuk menjadi abdi negara, namun ia juga tak lupa mengabdi kepada agama. Anggota kepolisian dari Polres Gayo Lues itu merupakan pimpinan pesantren di Kabupaten Gayo Lues, yakni Pesantren Ruhul Azzam.
Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun rumah susun (rusun) di berbagai pesantren di daerah. Pembangun rusun itu merupakan bentuk perhatian pemerintah meningkatkan mutu pendidikan di pondok pesantren.
Vokalis grup Setia band Charly Van Houten, dikenal sebagai salah satu musisi Indonesia yang terbilang sukses. Namun siapa sangka, ia ternyata seorang santri.
Ponpes Assalaam Solo telah go digital sejak tahun 2000. Kini Ponpes Assalaam tak hanya punya website, tapi sistem informasi digital, e-learning bahkan observatorium dengan teknologi digital.