Jazirah Arab pra-Islam bukanlah ruang kosong peradaban. Diapit raksasa Romawi dan Persia, wilayah Hijaz justru mengisolasi diri dalam kemurnian geopolitik, menjadi rahim subur bagi lahirnya risalah baru.
Kedatangan Sajah dari Mesopotamia bukan sekadar ambisi spiritual, melainkan operasi politik Persia untuk menggoyahkan kekuasaan Islam dan mengembalikan hegemoni mereka di Jazirah Arab.
Penaklukan Madain pada Syawal tahun ke-14 Hijriah bukan sekadar kemenangan militer biasa. Ia adalah titik balik jatuhnya adidaya Persia di hadapan pasukan bersahaja pimpinan Umar bin Khattab.
Penaklukan Madain pada Syawal tahun ke-14 Hijriah bukan sekadar kemenangan militer biasa. Ia adalah titik balik jatuhnya adidaya Persia di hadapan pasukan bersahaja pimpinan Umar bin Khattab.
Di balik kemenangan demi kemenangan pasukan Islam awal, iman menjadi tenaga pendorong. Namun warisan lamatribalisme dan perebutan legitimasiperlahan menggembos stabilitas yang tampak kokoh pada era Usman.
Kematian Yazdigird III memupus sisa perlawanan Persia. Di pinggiran Kaspia, api penentangan terakhir berkobar, berujung cekcok antar-pasukan Muslimpertanda retak awal di tubuh ekspedisi Syam dan Kufah.
Dikejar pasukan Arab dan dikhianati bangsawannya sendiri, Yazdigird III berakhir di rumah penggiling tepung Mirgab. Runtuhnya Sasanid menunjukkan sebuah dinasti mati bukan hanya oleh perang, tapi oleh retaknya kekuasaan dari dalam.
Di tengah runtuhnya hegemoni Persia, Yazdigird III berlarian dari satu wilayah ke wilayah lain. Bukan tombak Arab yang menghabisinya, melainkan intrik bangsawannya sendiri di tepian Sungai Mirgab.
Diusir dari takhta dan terombang-ambing di perbatasan Turki, Yazdigird III tak menyerah. Dari Fergana ke Khurasan, ia menggerakkan kembali bayang kekaisaran Persia, memantik perang demi perang di timur.
Terdesak di tanah sendiri, Yazdigird III mencoba merajut kembali mahkota Sassaniyah. Dari Samarkand hingga Merv, langkahnya dibayang-bayangi kecurigaan sekutu dan pembangkangan bangsanya sendiri.
Di balik ekspansi yang terus meluas, Utsman bin Affan menghadapi gelombang pembangkangan di Persia. Perjanjian dilanggar, para pemimpin lokal menolak tunduk, dan pasukan Muslim kembali turun ke gelanggang.
Pada saat awal kedatangan Islam, hubungan kaum muslimin dengan kaum Nasrani cukup harmonis. Hal itu berbeda dengan hubungan kaum muslimin dengan kaum Yahudi.
Kedaulatan Islam meluas sampai mendekati Afganistan dan Cina di sebelah timur, Anatolia dan Laut Kaspia di utara, Tunis dan sekitarnya di Afrika Utara di bagian barat dan kawasan Nubia di selatan.