Nahdlatul Ulama mengembangkan metode hukum Islam modern melalui forum Bahtsul Masail yang menggabungkan tradisi dan inovasi. Dengan prinsip moderasi Aswaja, NU menghadapi isu kontemporer seperti ekonomi digital menggunakan tiga pendekatan: qauli (tekstual), ilhaqi (analogi), dan manhaji (metodologis), menjawab tantangan era digital dengan tetap menjaga nilai Islam.
Mayoritas Muslim Indonesia menganut paham Asy'ari dalam akidah, sejalan dengan dominasi mazhab Syafi'i. Berbeda dengan pengikut Hanafi yang menganut Maturidi atau Hanbali yang punya aliran sendiri, NU secara tegas dan Muhammadiyah secara umum tetap berpegang pada ajaran Asy'ari dalam memahami akidah Islam.
Kasus keseleo lidah Gus Miftah mengingatkan pentingnya menjaga ucapan dalam Islam. Fenomena salah ucap atau Freudian Slips sering terjadi pada tokoh publik. Solusinya sederhana: meminta maaf, introspeksi diri, dan meningkatkan ilmu. Islam mengajarkan lebih baik diam daripada berkata yang tidak bermanfaat.
Program Jumat Berkah PRINU Grand Wisata Bekasi membawa dampak positif bagi masyarakat prasejahtera. Kolaborasi antara PRINU dan Muhammadiyah berhasil mengatasi kesenjangan sosial melalui bantuan sembako, operasi pasar, dan layanan kesehatan. Inisiatif ini menjadi model pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan kota mandiri modern.
KH Munsif Nachrowi, tokoh pendiri PMII dan putra ulama PBNU KH Nachrowi Tohir, meninggal dunia di usia 87 tahun. Sosoknya dikenal aktif bersilaturahmi dengan kader muda NU hingga usia senja. Dedikasi beliau terhadap PMII dan NU meninggalkan warisan berharga bagi generasi penerus.
Rais Syuriah PBNU Prof KH Mohammad Nuh menegaskan bahwa gelat pahlawan saja tidak cukup bagi pejuang NU, apalagi namanya dijadikan nama jalan di sebuah daerah
Keputusan Prabowo Subianto merekrut 14 tokoh NU ke dalam kabinetnya mencerminkan pengakuan atas peran penting organisasi ini dalam lanskap politik Indonesia. Langkah ini disambut positif oleh komunitas santri, yang melihatnya sebagai peluang untuk berkontribusi lebih lanjut dalam pembangunan nasional. Meski demikian, tantangan ke depan akan terletak pada kemampuan para menteri untuk mewujudkan visi presiden terpilih dan membawa kemajuan bagi seluruh rakyat Indonesia.
NU mengambil langkah unik merespons konflik Israel-Palestina dengan memadukan doa Qunut Nazilah, bantuan kemanusiaan, dan dorongan diplomatik. Inisiatif ini menunjukkan peran penting organisasi keagamaan dalam diplomasi lunak dan solidaritas global. Strategi komprehensif NU mungkin akan menjadi model baru bagi respons terhadap krisis internasional, menggabungkan kekuatan spiritual dengan aksi nyata.
Peringatan Maulid Nabi di Cikarang Barat menjadi momen penuh makna. KH Muhammad Mustofa Aqiel Siroj mengajak umat mencintai Nabi Muhammad lebih dalam. Beliau menekankan keistimewaan Nabi sebagai makhluk termulia, mengisahkan kecintaan para sahabat, dan menjelaskan pentingnya mengikuti sunah Nabi dalam kehidupan sehari-hari. Acara dihadiri jamaah dari berbagai wilayah.
Lawatan Gus Yahya ke AS membuka babak baru diplomasi NU di kancah global. Dengan membawa pesan perdamaian dan harmoni, Ketua PBNU ini berhasil menarik perhatian tokoh-tokoh kunci di Washington. Visi integrasi dunia Islam dan penguatan prinsip PBB menjadi fokus utama, menegaskan peran strategis Indonesia dalam dinamika geopolitik internasional.
KH Bahauddin Nursalim (Gus Baha) mengungkap rahasia spiritual di balik pembacaan shalawat pada bulan Maulid Nabi. Beliau menekankan bahwa shalawat bukan sekadar ritual, melainkan sarana menghubungkan roh dengan Rasulullah. Gus Baha juga menjelaskan sisi manusiawi Nabi Muhammad, menekankan pentingnya mencintai Rasul tanpa melupakan keesaan Allah. Pesan ini memberikan wawasan mendalam tentang makna sejati perayaan Maulid bagi umat Muslim.
Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia menandai momen penting bagi kerukunan beragama dan diplomasi. Tokoh NU menyambut positif, melihatnya sebagai pengakuan atas keberagaman Indonesia. Timing dekat pelantikan presiden baru memberi makna khusus. Harapan dialog antaragama dan pembahasan isu global mengemuka. Kunjungan ini menegaskan posisi Indonesia sebagai model toleransi di mata dunia.