PBNU bahas solusi beban ganda umat Islam terkait kewajiban bayar pajak dan zakat. Simak pembahasan lengkap hasil Munas Konbes NU tentang problematika double tax ini.
Saat ini terdapat 13 pahlawan nasional dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Presiden Prabowo Subianto menyebut akan ada penambahan satu pahlawan nasional
Para ulama memang berbeda pendapat tentang masalah ini Kalangan Syafiiyah dan Hanbaliyah tampak menutup pintu poligami karena rawan dengan ketidakadilan sehingga keduanya tidak menganjurkan praktik poligami.
PBNU terbitkan SE, 11 organisasi pengguna nama NU termasuk HIMANU yang sudah kerja sama dengan kementerian ternyata bukan bagian struktur resmi NU. Simak faktanya!
Menteri Kebudayaan apresiasi peran NU dalam pendidikan Indonesia. Kelola 54.000 lembaga pendidikan, NU berkontribusi besar dalam transformasi sosial-kultural bangsa. Simak perjalanan NU mencetak generasi berilmu dan berbudaya!
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar buka suara soal desakan MLB NU 2025. Ia jelaskan alasan mengapa MLB belum mendesak dilaksanakan. Simak analogi bahtera yang disampaikan untuk menjaga keutuhan organisasi.
Memperingati Hari Lahir (harlah) ke-102 Nahdlatul Ulama, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) ikut memeriahkan dengan memberi tambahan beasiswa
Nahdlatul Ulama mengembangkan metode hukum Islam modern melalui forum Bahtsul Masail yang menggabungkan tradisi dan inovasi. Dengan prinsip moderasi Aswaja, NU menghadapi isu kontemporer seperti ekonomi digital menggunakan tiga pendekatan: qauli (tekstual), ilhaqi (analogi), dan manhaji (metodologis), menjawab tantangan era digital dengan tetap menjaga nilai Islam.
Mayoritas Muslim Indonesia menganut paham Asy'ari dalam akidah, sejalan dengan dominasi mazhab Syafi'i. Berbeda dengan pengikut Hanafi yang menganut Maturidi atau Hanbali yang punya aliran sendiri, NU secara tegas dan Muhammadiyah secara umum tetap berpegang pada ajaran Asy'ari dalam memahami akidah Islam.
Kasus keseleo lidah Gus Miftah mengingatkan pentingnya menjaga ucapan dalam Islam. Fenomena salah ucap atau Freudian Slips sering terjadi pada tokoh publik. Solusinya sederhana: meminta maaf, introspeksi diri, dan meningkatkan ilmu. Islam mengajarkan lebih baik diam daripada berkata yang tidak bermanfaat.