Santri memiliki kiprah di berbagai lini kehidupan. Itu menginspirasi Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI dan Islam Nusantara Center (INC) menggelar penganugerahan Santri of The Year 2022.
Menurutnya, ilmu fardu ain tersebut seperti belajar wudhu, salat, akidah dan lainnya. Selebihanya menurut Buya Yahya adalah sunnah semisal belajar ilmu zakat, haji, dan lainnya.
Prof Oman juga berharap para santri di Indonesia mempunyai pemahaman tentang keislaman, kebangsaan, dan keindonesiaa harus mulai dari membangun kesadaran betapa beragamnya Indonesia.
Prof Oman Fathurahman menjelaskan sederhana dipahami bukan berarti miskin atas tidak punya sesuatu yang bagus, sederhana ini berarti qa'naah, atau menerima apa yaang ada dan mensyukurinya
Setiap 28 Oktober, masyarakat Indonesia memperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda. Gagasan sejarah ini merupakan gambaran pentingnya peran pemuda dalam pembangunan Indonesia dalam segala aspek.
Pengasuh Pondok Pesantren Salafiah Seblak, Jombang, Jawa Timur, KH Abdul Halim Mahfudz, mengatakan, santri memiliki peran besar membawa semangat Sumpah Pemuda untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN), Fraksi PKS DPR RI kembali menggelar Lomba Baca Kitab Kuning (LBKK) ke-6 tahhun 2022. Gelaran acara tahun ini diawali dengan Webinar Nasional dengan tema 'Membumikan Kitab Kuning Sebagai Khazanah Intelektual Keislaman dan Kebangsaan'.
Pondok Pesantren Kampoeng Tahfidz Cilik berada di wilayah Cinere. Karena lokasinya yang cukup strategis, membuat pesantren tahfidz khusus anak ini mudah dijangkau termasuk dengan kendaraan umum.
Dia menilai peran Kementerian Agama (Kemenag) kurang serius dalam menyikapi hal tersebut. Terlebih memiliki kebijakan untuk mengebangkan lembaga pendidikan agama.
Menurut Imam, hal tersebut tergambar dari ribuan foto dan arsip yang akan diwakafkan ke ANRI kepada Republik Indonesia. Dari yang semula kekayaan arsip itu milik keluarga, kini milik kekayaan bangsa Indonesia.
Menurut Imam Susanto, Pondok Pesantren Al-Hamidiyah Depok didirikan oleh Almaghfurlah KH Achmad Sjaichu sebagai lembaga pendidikan yang berpedoman pada keislaman dan kemanusiaan.
Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Busyro Muqoddas menyampaikan para pejuang kemerdekaan, dan perumus dasar negara Pancasila pada umumnya komunitas santri.