Aksi pembakaran tersebut dilakukan di depan Kedutaan Besar Turki di Kopenhagen dan bahkan disiarkan di Facebook. Tak hanya Al-Quran, bendera Turki juga ikut dibakar dan tulisan kebencian terhadap Islam juga diutarakan oleh kelompok tersebut.
Isu Islamofobia bukan lagi hal baru dan telah berkali-kali disampaikan dalam berbagai kesempatan, baik melalui ceramah-ceramah, seminar dan konferensi, maupun tulisan-tulisan di berbagai media.
Shermon Burgess, merupakan salah satu aktivis anti-Islam paling terkenal di Australia dan mantan ketua kelompok sayap kanan United Patriots Front. Dia meninggalkan aktivitas tersebut dan memilih memeluk agama Islam.
Pemerintah Denmark menolak permintaan partai politik sayap kanan untuk debat parlemen tentang penerapan larangan jilbab di sekolah. Menteri imigrasi, Kaare Dybvad Bek, mengatakan, larangan yang diusulkan bertentangan dengan hukum Denmark dan komitmen global negara tersebut.
Istilah lain dari hal ini adalah pentingnya Komunitas Muslim di Barat untuk melakukan integrasi secara positif ke dalam masyarakat dan memainkan peranan signifikan yang akan dirasakan sebagai kontribusi kepada masing-masing negara, sambung Shamsi Ali.
Banyak hikmah atau pelajaran (ibrah) yang dapat kita petik dari berbagai tendensi Islamofobia atau ketakutan yang tak berdasar kepada agama ini. Kalaulah sekiranya ragam peristiwa itu tak punya tujuan, tentu Allah tidak akan membiarkannya.
Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau menegaskan Islamofobia tidak mendapat tempat di Kanada. Hal tersebut disampaikan Trudeau saat menghadiri Hari Peringatan Nasional Serangan Masjid Kota Quebec dan Aksi Melawan Islamofobia, Ahad (29/1/2023) lalu.
Pada September 2019, perusakan tanda selamat datang baru di Islamic Center of Grand Junction, Colorado, mendorong masyarakat untuk menunjukkan dukungan dan memulai penggalangan dana untuk memperbaiki tanda yang rusak.