Sebanyak 15 korban tewas dan 88 orang mengalami luka-luka dari kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 malam.
KAI memastikan hak pelanggan tetap terpenuhi melalui pengembalian tiket bagi perjalanan KA Jarak Jauh yang terdampak. Hingga 28 April 2026 pukul 11.00 WIB, sebanyak 4.878 tiket telah berhasil direfund.
Insiden maut yang melibatkan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek dan kereta komuter di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam menelan 14 korban jiwa dan 84 orang mengalami luka-luka.
Perusahaan taksi listrik Green SM Indonesia mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden yang melibatkan satu unit kendaraannya yang tertemper kereta rangkaian listrik (KRL) di area perlintasan kereta dekat Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026).
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menegaskan bahwa seluruh biaya pengobatan bagi korban luka serta biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia ditanggung sepenuhnya oleh asuransi dan KAI.
Menyusul tragedi tabrakan maut antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL, Stasiun Bekasi Timur untuk sementara waktu tidak melayani penumpang. Selain itu, sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh hari ini dibatalkan.
Seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang berhasil dievakuasi dan dalam kondisi selamat. Sementara itu, puluhan penumpang KRL dilarikan ke RS dan informasi terbaru yang didapat, 5 orang meninggal dunia.
Insiden KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur terjadi sekira pukul 20.52 WIB. Manajer Humas Daop 1 KAI, Franoto Wibowo mengatakan bahwa awal mula insiden itu adalah KRL terlebih dahulu menabrak taksi, sehingga posisinya terhenti.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan permohonan maaf atas insiden tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi pada Senin, 27 April 2026.
Insiden tabrakan maut melibatkan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya dengan kereta rangkaian listrik (KRL) terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.
Peletakan batu pertama Graha Muhammadiyah-NU di Bekasi menjadi simbol sejarah kebangsaan, wujud kolaborasi dua ormas Islam terbesar Indonesia dalam pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
Sejarah baru terukir di Bekasi lewat peletakan batu pertama Graha Muhammadiyah-NU Grand Wisata, simbol persatuan dua ormas Islam terbesar Indonesia untuk pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
Gempa magnitudo 4,9 guncang Bekasi, Rabu malam 20 Agustus 2025. BMKG imbau warga tetap waspada, data gempa masih bisa berubah seiring analisis lanjutan.