Menurutnya, ilmu fardu ain tersebut seperti belajar wudhu, salat, akidah dan lainnya. Selebihanya menurut Buya Yahya adalah sunnah semisal belajar ilmu zakat, haji, dan lainnya.
Hal yang pertama dan sangat penting dalam menuntut ilmu yakni dengan bersungguh-sungguh. Jika seseorang tidak bersungguh-sungguh, maka sesuatu yang dia pelajari akan sia-sia.
Menimba ilmu hukumnya pun wajib. Bahkan sedari kecil saat di bangku sekolah kita kerap ditegaskan bahwa belajar merupakan sebuah hak dari seorang murid.
Ustaz Adi Hidayat juga menyampaikan, kata nabi malaikat sedang memberikan ridanya saat membentangkan sayap malaikat. Artinya mengaminkan setiap do'a yang dimohonkan.
Buya Yahya juga mengatakan, seseorang yang melihat gurunya melakukan kesalahan, bukan menyalahkan gurunya dia langsung mengatakan bahwa dia menangis karena takut rasa cinta atas gurunya berkurang.
KH Hasyim Asy'ari dalam kitabnya Adabul 'Alim Wa Al Muta'alim menjelaskan, setiap perbuatan yang disertakan nilai etika, itu merupakan indikator diterima atau tidaknya suatu amal oleh Allah Ta'ala.
Tugas menyampaikan ilmu agama begitu mulia karena ini merupakan tugas para nabi dan rasul, serta tugas para ulama. Maka dari itu Allah Ta'ala akan memberikan pahala yang begitu besar kepada mereka yang mengajarkan ilmu.
Adab yang paling utama saat hendak menimba ilmu yakni meniatkan karena Allah SWT. Sebab, sesuatu hal yang baik bila diniatkan atas Allah akan mendapatkan berkah tersendiri.
Ia menjelaskan bahwa ilmu merupakan pemicu datangnya iman seseorang. Sebab dengan menuntut ilmu, terutama ilmu agama yang menjadi panduan hidup umat muslim, akan mendatangkan berkah tersendiri sehingga seorang mukmin akan rutin beribadah.
Dan diantara jenis tanah itu ada yang berbentuk lembah yang dapat menampung air hingga penuh dan diantaranya ada padang sahara yang datar. (Hadits Shahih Al-Bukhari No. 77 - Kitab Ilmu)
Hukum pelajari sihir mayoritas ulama berpendapat haram. Sebab ilmu tersebut dapat membuat seseorang jatuh dalam kekafiran dan jauh dari nilai-nilai agama.