Perjuangan melawan kolonialisme memang didominasi ulama dan umat Islam. Namun, di antara deretan ulama pejuang itu, terdapat nama-nama pejuang yang merupakan non-muslim. Lalu bagaimana cara mendoakan mereka? begini penjelasan Prof.Dr. KH. Ahmad Zahro.
Ada 5 pahlawan wanita yang berjasa bagi kemerdekaan Indonesia. Mereka turut hadir mengusir penjajah bersama pejuang-pejuang lainnya, sebagian besar pria.
Pahlawan perempuan Indonesia yang memperjuangkan hak-hak wanita bukan hanya RA Kartini. Seorang lagi yakni Raden Dewi Sartika yang berasal dari Jawa Barat.
Sejarawan JJ Rizal menginisiasi petisi mengganti nama Jakarta International Stadium (JIS) menjadi Stadion MH Thamrin. Dia menyebut, JIS bukan nama, tapi hanya predikat dari stadion tersebut.
Pemkot Pekalongan berharap adanya perubahan nama jalan dengan 12 nama tokoh Pekalongan tersebut dapat membuat generasi muda mengenal dan mengenang jasa-jasanya.
Akhdiyat Duta Modjo alias Duta Sheila on 7 merupakan keturunan salah satu pahlawan Nasional. Kendati merupakan musisi papan atas, Duta dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan low profile.
Jati diri sebenarnya dari sosok pahlawan asal Maluku Kapitan Pattimura masih menyisakan pertanyaan. Mulai dari nama asli, agama hingga latar belakangnya. Berikut pendapat Ustadz Adi Hidayat hingga sejarawan muslim Ahmad Mansur Suryanegara.
Di balik pekikan takbir Bung Tomo dalam peristiwa 10 November 1945. Kala itu, ada seorang dokter beragama Kristen yang ikut bergerak melawan tentara sekutu karena mendengar teriakan takbir Bung Tomo.
Lafran Pane adalah kader Muhammadiyah pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Namanya harum di kalangan HMI. Kesederhanaannya luar biasa, bahkan sampai tidak memiliki rumah sendiri.
A Hassan merupakan kawan debat Bung Karno, sekaligus tempat curhat kala susah. Bahkan, Bung Karno kerap meminta bantuan kepada A Hassan untuk kebutuhan sehari-hari.
Haedar mengatakan, para pahlawan mampu menyatukan Tanah Air karena mereka selalu meletakkan kepentingan bangsa di atas kepentingan diri, keluarga, dan kroni.
Dai kondang, Ustadz Adi Hidayat (UAH), menilai Hari Pahlawan pada 10 November merupakan momentum tepat untuk mengenang dan mendoakan para pahlawan. Terutama para ulama dan habib yang memiliki jasa sangat besar dalam kemerdekaan Indonesia.