Nama Abdul Mu'ti tak lagi asing di telinga masyarakat. Tokoh yang berprofesi sebagai dosen ini melawan arus bahwa Muhammadiyah merupakan ormas yang serius.
Prof Zaki merupakan putra dari penjual petis di Pasar Sidoarjo. Dia sosok yang disiplin dalam hidup, sehingga bisa meraih kesuksesan di dunia pendidikan.
Siapa sangka jika Ustaz Abdul Somad (UAS) merupakan seorang profesor. Dia mendapatkan gelar Profesor Pelawat atau Visitor Professor dari Universitas Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA), Brunei Darussalam pada Januari 2020.
Ia berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak menyerah pada keadaan. Kondisi yang kita alami hari ini, kata dia, tidak bisa menjadi alasan untuk tidak mengejar impian.
Suatu ketika saat mengisi ceramah, Gus Baha menceritakan kebanggaannya menjadi orang pesantren. Di kampus, ia mengaku sering bertemu dengan dosen sekelas profesor dan doktor. Namun, mereka umumnya adalah orang-orang galau dan gelisah.
Psikolog Anak, Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto, akhirnya mendapatkan gelar profesor atau guru besar. Gelar profesor sangat berarti bagi pria kelahiran Klaten, 28 Agustus 1951 itu. Pasalnya, dia sudah menanti selama 28 tahun.
Kiai dulunya hanya dikenal sebagai seorang ulama yang mengasuh santri di pesantren. Namun kini para kiai tak hanya alim atau berilmu dalam tradisi pesantren namun juga dalam sistem akademik modern sebagai seorang intelektual. Bahkan berhasil menjadi guru besar atau profesor.
Slamet Wuryadi memulai peternakan burung puyuh sejak 1992 di Sukabumi. Saat mengawali bisnis saat itu, hasil panen burung puyuh belum sepopuler seperti saat ini.
Maulana Syaikh Prof. Dr. dr. Yusri Rusydi Sayyid Jabr Al-Hasani hafizhahullah mematahkan pandangan umum terkait ajaran tasawuf. Bukan hanya sufi, ia adalah ulama, dokter bahkan Guru Besar Ahli Bedah.
IPB University mencetak seorang guru besar termuda dengan usia 37 tahun 9 bulan. Dia adalah Prof Anuraga Jayanegara, keliahran Bojonegoro, 2 Juni 1983.