Panitia Muktamar ke-48 Muhammadiyah telah menyeleksi puluhan kandidat dan mengerucut jadi 39 nama melalui persidangan pada 5-6 November 2022 lalu. Selanjutnya, 39 calon pimpinan itu diseleksi lagi pada 19 November 2022.
Ada tata cara tayamum yang benar sesuai anjuran Nabi Muhammad SAW. Umat Islam diberikan keringanan untuk bersuci saat hendak salat tanpa menggunakan air.
PP Muhammadiyah mengundang tiga partai politik menjelang Muktamar ke-48 di Solo akhir pekan mendatang. Ada tiga partai yang diundang yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Sekjen PAN, Eddy Soeparno, mengatakan, PAN tidak bisa dilepaskan dari Muhammadiyah. Partai berlambang matahari putih itu lahir melalui Tanwir Muhammadiyah di Semarang pada 1998. Maka menurutnya gerakan politik ala Muhammadiyah harus terus dilanjutkan.
Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, meminta PP Muhammadiyah untuk mempersiapkan kader untuk masuk ke dunia politik praktis. Itu dilakukan agar Muhammadiyah memiliki peran penting dalam menata pemerintahan.
Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, membeberkan salah satu isu strategis yang akan dibicarakan dalam Muktamar Muhammadiyah. Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah akan digelar di Solo pada 18-20 November 2020.
PC GP Ansor Kota Surakarta siap mendukung kelancaran perhelatan Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah 2022 pada 18-20 November 2022. Sayap organisasi Nahdlatul Ulama (NU) ini menyediakan penginapan gratis bagi penggembira muktamar.
Tempat ini diharapkan juga sebagai wahana bagi anak muda untuk mengenal Buya Syafii dan mengenal dunia melalui koleksi maupun karya Buya yang disimpan di rumah in.
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Zulfa Mustofa, menegaskan, hubungan NU dan Muhammadiyah ibarat saudara yang tidak bisa terpisahkan. Dia menyebut Muhammadiyah seperti kakak kandung NU.
Muhammadiyah berencana membeli sebuah gereja tua di Alcala Spanyol untuk kembali dijadikan masjid. Rencana ini diresmikan oleh Ketua Umum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) cabang Jawa Timur, Saad Ibrahim.