Muhammadiyah memiliki pandangan hati-hati dalam menyikapi bidah, terutama dalam konteks ibadah. Muhammadiyah memandang, tidak semua perkara baru dalam agama dapat dianggap sebagai bidah
Kunjungan Paus Franciscus ke Indonesia September 2024 disambut hangat oleh Muhammadiyah. Peristiwa bersejarah ini dianggap penting untuk memperkuat hubungan antar agama dan memperkenalkan Indonesia ke dunia. Muhammadiyah mengajak masyarakat menyambut dengan ramah dan berharap kunjungan ini bisa jadi momentum Indonesia berperan aktif dalam isu global, terutama Palestina.
Muhammadiyah menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional melalui penghargaan Lifetime Achievement Award dari HMA 2024. Keberhasilan ini menegaskan peran penting organisasi dalam inovasi kesehatan, terutama selama pandemi Covid-19. Dengan visi Haedar Nashir, Muhammadiyah membuktikan bahwa organisasi berbasis agama dapat menjadi pionir dalam layanan kesehatan modern dan penanganan krisis global.
BTN Syariah membuka peluang kemitraan strategis dengan Muhammadiyah, menandai potensi kolaborasi besar dalam industri perbankan syariah. Sinergi ini menjanjikan perluasan akses KPR syariah bagi jutaan anggota Muhammadiyah, sekaligus memperkuat posisi BTN Syariah di pasar. Langkah visioner ini berpotensi mengubah lanskap perbankan syariah Indonesia, menciptakan simbiosis mutualisme antara lembaga keuangan dan organisasi masyarakat.
Ustaz Adi Hidayat menyerukan penghentian polemik nasab yang memanas di masyarakat. Beliau mengajak semua pihak untuk berdiskusi secara ilmiah dan bijaksana, menekankan pentingnya menjaga persatuan. Dengan memisahkan isu nasab dari perilaku individu dan mengedepankan forum resmi seperti MUI, diharapkan perdebatan sensitif ini bisa diselesaikan tanpa menimbulkan perpecahan, demi keutuhan bangsa dan umat.
Muhammadiyah menginisiasi Wadas Farm, proyek peternakan komunitas inovatif di Desa Wadas, Purworejo. Program ini bertujuan memberdayakan ekonomi warga di tengah konflik pertambangan, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Melalui pendampingan komprehensif, Muhammadiyah membuktikan komitmennya dalam membantu masyarakat membangun ketahanan ekonomi dan melindungi hak-hak mereka, tanpa memandang latar belakang.
Muhammadiyah, organisasi Islam modern, menjadi pionir harmoni beragama dan ketahanan bencana di Indonesia. Dengan jaringan luas meliputi pendidikan, kesehatan, dan sosial, mereka menerapkan pendidikan inklusif dan aktif dalam penanganan bencana. Strategi holistik mencakup reinterpretasi agama, edukasi publik, kemitraan, dan pemanfaatan tradisi lokal, menjadikan Muhammadiyah mitra penting pembangunan nasional menuju Indonesia yang lebih kuat dan inklusif.
Sekjen PP Muhammadiyah, Prof Abdul Mu'ti, mengkritik sikap DPR yang menentang putusan MK terkait Pilkada 2024. Beliau menekankan pentingnya DPR menghormati lembaga yudikatif dan menjadi teladan dalam mematuhi undang-undang. Langkah kontroversial DPR ini berpotensi menimbulkan disharmoni sistem ketatanegaraan dan memicu reaksi publik yang tidak kondusif bagi kehidupan berbangsa.
Sutradara Hanung Bramantyo kembali mengajak Muhammadiyah untuk mengulang kesuksesan film Sang Pencerah melalui sebuah film baru yang berjudul Pancasila.
MK mengubah syarat calon pilkada, membuka peluang baru bagi partai kecil. Muhammadiyah apresiasi keputusan ini sebagai langkah menuju demokrasi lebih sehat. PDIP berpeluang usung Anies Baswedan untuk Pilgub DKI, mungkin berpasangan dengan Ahok. Mereka akan melawan Ridwan Kamil-Suswono dari Koalisi Indonesia Maju. Perubahan ini dinilai akan mengakhiri dominasi partai besar dalam politik Indonesia.
Muhammadiyah gelar workshop di UMP untuk kembangkan panduan pesantren agrobisnis dan entrepreneur. Inisiatif ini bertujuan memperkuat ekonomi dan pendidikan pesantren. Pimpinan Muhammadiyah dan UMP berharap program ini dorong kemandirian pesantren. Acara dihadiri perwakilan pesantren dan sekolah Muhammadiyah, dengan narasumber dari FEB UMP. Langkah ini diyakini jadi tonggak penting memajukan Islam berkemajuan.
Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia bukan bid'ah menurut Muhammadiyah. Upacara bendera dianggap penghormatan, bukan ibadah. Kegiatan perayaan dibolehkan selama sesuai ajaran Islam. Tokoh masyarakat berperan penting mengedukasi umat agar peringatan diisi kegiatan positif, edukatif, dan patriotik. Momentum ini sebaiknya jadi refleksi nilai kebangsaan dan keislaman, serta ungkapan syukur atas nikmat kemerdekaan.