Nama Ki Hajar Dewantara tak asing bagi masyarakat Indonesia. Beliau dijuluki bapak pendidikan Indonesia. Namun tak banyak yang tahu jika beliau dahulu adalah seorang santri dan telah berhasil menghafal 30 juz Al-Quran. Berikut kisahnya.
Memiliki anak penghafal Al-Quran merupakan cita-cita banyak orang tua. Namun orang tua tak boleh membiarkan anak berusaha sendiri dengan pasrah memasukkan ke pesantren. Orang tua juga harus berikhtiar. Berikut ikhtiar yang bisa dilakukan orang tua.
Masyarakat Dubai sangat menghormati sosok Maysam. Ia penghafal Al-Quran termuda di UEA. Ketika anak-anak seusianya masih tertatih-tatih melafalkan ayat demi ayat, namun ia telah menghafal 30 Juz Al-Qur'an.
Berdasarkan hasil penelitian yang dipaparkan dalam konferensi kedokteran Islam Amerika Utara pada 1984, ditemukan fakta bahwa membaca Alquran dapat mendatangkan ketenangan jiwa hingga 97 persen.
Daarul Qur'an memiliki visi yakni melahirkan generasi pemimpin bangsa dan Dunia yang sholeh dan sholehah. Ustadz Yusuf Mansur berkhidmat menciptakan kader penghafal Al-Quran di Indonesia melalui Program Pembibitan Penghafal Al-Quran (PPPA) Daarul Quran. Ia memulai cita-cita itu dengan mengasuh beberapa santri hingga berkembang menjadi ribuan santri dan tersebar di seluruh Indonesia.
Tidak banyak remaja yang ingin menjadi pendakwah. Namun berbeda dengan Wirda Mansur. Putri Ustadz Yusuf Mansur yang telah jadi hafidzah sejak beliau ini, berdakwah lewat berbagai cara, mulai dari medsos, bisnis hingga menulis buku.
Sebelum bisa membaca, Ustadzah Nabila dibiasakan orang tua menghafal dengan mendengarkan, juga membuka Al-Quran meskipun belum paham huruf apa dan bagaimana bacaannya.