Muhammad Saihul Basyir merupakan seorang Hafidz Quran yang telah hafal 30 Juz Al-Quran saat duduk di bangku kelas 6 Sekolah Dasar (SD). Dia dan 11 saudaranya mampu hafal 30 Juz di usia belia berkat bimbingan dan didikan dari kedua orang tuanya.
Saihul Basyir bersama 10 saudaranya telah dibiasakan oleh kedua orang tuanya untuk dekat dengan Al-Qur'an sejak dini. Hasilnya mereka semua menjadi hafidz Qur'an di usia belia.
Rifdah Farnidah, Dosen Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) Institut llmu Al-Qur'an (IIQ), patut menjadi contoh bagi para penghafal Al-Qur'an dan generasi muda muslim. Rifdah meraih juara 1 Musabaqah Hifzh Al-Qur'an (MHQ) 30 juz di Nigeria.
Ada banyak keutamaan dan keistimewaan yang dijanjikan. Menurut KH Ahsin Sakho Muhammad, ada enam hal yang perlu diperhatikan sebelum menghafal Al-Quran.
Ustadz Berri El Makky mengatakan, waktu paling tepat untuk murajaah adalah saat tahajud. Sebab, saat itu pikiran masih fresh setelah beristirahat semalaman.
Sebaiknya mengkhatamkan 30 juz dengan satu jenis cetakan mushaf lalu murajaah hafalan dengan jenis mushaf yang sama, agar ada ingatan visual pada bentuk mushaf.
Keterbatasan fisik bukan penghalang untuk menghafal Al-Quran. Seperti kisah dua bocah kembar tunanetra asal Kota Medan, Sumatera Utara yang baru berusia 9 tahun bernama Rahmad Revano dan Rahmad Revino.
Muhammad Rozi Bin Errys, santri Pondok Pesantren Tahfidzul Quran (PPTQ) Nuurul Waahid Purworejo. Ia mampu menghafal 30 juz saat masih berusia 19 tahun hanya dalam waktu 10 pekan.
Rumah Tahfizh Al-Qur'an memiliki cara unik dalam mendidik para santri menyempurnakan hafalan Al-Qur'an. Para santri diajak rihlah (rekreasi) ke alam untuk murojaah hafalan sekaligus bertadabbur.
Penulisan kembali ayat-ayat Alquran dipelopori oleh Umar bin Khaththab pada era kekhalifahan Abu Bakar. Banyaknya ahlul quran (qurra dan huffadz) yang wafat akibat perang Yamamah menajdi kerisauan Umar bin Khattab yang khawatir Alquran akan hilang.