Bolehkan Orang Tua Manfaatkan Harta Anak yang Sudah Menikah?
Fifiyanti Abdurahman
Sabtu, 15 Oktober 2022 - 07:01 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Islam mengajarkan seorang anak untuk memuliakan kedua orang tuanya, bahkan saat dirinya telah menikah. Salah satu bentuk memuliakan orang tua adalah dengan memberikan nafkah.
Namun, jadi pertanyaan banyak orang, bolehkan orang tua memanfaatkan harta anak meski telahmenikah?
Laznas Dewan Syariah DT Peduli, Ustaz Ali Nurdin mengatakan, orang tua boleh memanfaatkan harta anak meski telah menikah asalkan telah memenuhi tiga syarat.
Baca juga: Melacak Teori Kesehatan Jiwa dalam Islam, Ibadah Bisa Jadi Psikoterapi
Pertama, orang tua membutuhkan. Menurut dia ketika orang tua membutuhkan harta tersebut, maka ia boleh memanfaatkannya.
"Kalau dia tidak membutuhkan jangan coba-coba. Kalau orang tuanya tidak mampu misalkan, sudah sepuh kemudian tidak punya penghasilan. Nah itu orang tua boleh memanfaatkan harta anak," ujar Ustaz Ali dalam diskusi bertajuk Bolehkah Orang Tua Berperan dalam Masalah KeuanganRumah Tangga Anak, Jumat (14/10/2022).
Kemudian, jangan mengganggu kebutuhan pokok anak. Artinya jangan sampai si anak menjadi tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarganya.
Namun, jadi pertanyaan banyak orang, bolehkan orang tua memanfaatkan harta anak meski telahmenikah?
Laznas Dewan Syariah DT Peduli, Ustaz Ali Nurdin mengatakan, orang tua boleh memanfaatkan harta anak meski telah menikah asalkan telah memenuhi tiga syarat.
Baca juga: Melacak Teori Kesehatan Jiwa dalam Islam, Ibadah Bisa Jadi Psikoterapi
Pertama, orang tua membutuhkan. Menurut dia ketika orang tua membutuhkan harta tersebut, maka ia boleh memanfaatkannya.
"Kalau dia tidak membutuhkan jangan coba-coba. Kalau orang tuanya tidak mampu misalkan, sudah sepuh kemudian tidak punya penghasilan. Nah itu orang tua boleh memanfaatkan harta anak," ujar Ustaz Ali dalam diskusi bertajuk Bolehkah Orang Tua Berperan dalam Masalah KeuanganRumah Tangga Anak, Jumat (14/10/2022).
Kemudian, jangan mengganggu kebutuhan pokok anak. Artinya jangan sampai si anak menjadi tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarganya.