Sedikit tentang Ilmu Kalam: Pengajaran di Pesantren Masih Terbatas
Miftah yusufpati
Jum'at, 21 Februari 2025 - 05:45 WIB
Ilmu Kalam tidak sama sekali bebas dari kontroversi. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID--Prof. Dr. Nurcholish Madjid, M.A. (17 Maret 1939 – 29 Agustus 2005) atau populer dipanggil Cak Nur mengatakan Ilmu Kalam adalah salah satu dari empat disiplin keilmuan yang telah tumbuh dan menjadi bagian dari tradisi kajian tentang agama Islam. Tiga lainnya ialah disiplin-disiplin keilmuan Fiqh, Tasawuf, dan Falsafah.
"Ilmu Fiqh membidangi segi-segi formal peribadatan dan hukum, sehingga tekanan orientasinya sangat eksoteristik, mengenai hal-hal lahiriah," ujar Cak Nur dalam bukunya berjudul "Islam, Doktrin dan Peradaban" yang diterbitkan Yayasan Paramadina.
Sedangkan Ilmu Tasawuf membidangi segi-segi penghayatan dan pengamalan keagamaan yang lebih bersifat pribadi, sehingga tekanan orientasinya pun sangat esoteristik, mengenai hal-hal batiniah.
Kemudian Ilmu Falsafah membidangi hal-hal yang bersifat perenungan spekulatif tentang hidup ini dan lingkupnya seluas-luasnya.
"Sedangkan Ilmu Kalam mengarahkan pembahasannya kepada segi-segi mengenai Tuhan dan berbagai derivasinya," jelasnya. "Oleh karena itu Ilmu Kalam sering diterjemahkan sebagai Teologia, sekalipun sebenarnya tidak seluruhnya sama dengan pengertian Teologia dalam agama Kristen, misalnya."
Baca juga: Pengertian Ilmu Kalam, Ini Kata Intelektual Muslim di Amerika
Dalam pengertian Teologia dalam agama kristen, Ilmu Fiqh akan termasuk Teologia. Oleh karena itu, sebagian kalangan ahli yang menghendaki pengertian yang lebih persis akan menerjemahkan Ilmu Kalam sebagai Teologia dialektis atau Teologia Rasional, dan mereka melihatnya sebagai suatu disiplin yang sangat khas Islam.
"Ilmu Fiqh membidangi segi-segi formal peribadatan dan hukum, sehingga tekanan orientasinya sangat eksoteristik, mengenai hal-hal lahiriah," ujar Cak Nur dalam bukunya berjudul "Islam, Doktrin dan Peradaban" yang diterbitkan Yayasan Paramadina.
Sedangkan Ilmu Tasawuf membidangi segi-segi penghayatan dan pengamalan keagamaan yang lebih bersifat pribadi, sehingga tekanan orientasinya pun sangat esoteristik, mengenai hal-hal batiniah.
Kemudian Ilmu Falsafah membidangi hal-hal yang bersifat perenungan spekulatif tentang hidup ini dan lingkupnya seluas-luasnya.
"Sedangkan Ilmu Kalam mengarahkan pembahasannya kepada segi-segi mengenai Tuhan dan berbagai derivasinya," jelasnya. "Oleh karena itu Ilmu Kalam sering diterjemahkan sebagai Teologia, sekalipun sebenarnya tidak seluruhnya sama dengan pengertian Teologia dalam agama Kristen, misalnya."
Baca juga: Pengertian Ilmu Kalam, Ini Kata Intelektual Muslim di Amerika
Dalam pengertian Teologia dalam agama kristen, Ilmu Fiqh akan termasuk Teologia. Oleh karena itu, sebagian kalangan ahli yang menghendaki pengertian yang lebih persis akan menerjemahkan Ilmu Kalam sebagai Teologia dialektis atau Teologia Rasional, dan mereka melihatnya sebagai suatu disiplin yang sangat khas Islam.