LANGIT7.ID, Jakarta - Kematian menjadi satu hal yang pasti dialami oleh setiap manusia, baik yang beriman maupun yang tidak beriman. Bagi orang yang beriman dan senantiasa mengerjakan amal shaleh, kematian merupakan Istirahat baginya.
Saat kematian menjemput seorang muslim, maka sudah selesai tugasnya di dunia. Tidak ada lagi perkara di dunia yang ia pikirkan.
"Kematian bagi orang beriman itu mustarihun, artinya istirahat dari kesusahan di dunia," kata mubaligh Persatuan Islam (Persis) Ustaz Yayan Ruhiyan dalam ceramah bertema 'Kajian Kematian' dikutip, Kamis (19/1/2022).
Baca Juga: Ustaz Yayan Haryana: Makna Panjang Umur Bukan Berarti Hidup LamaAkan tetapi, lanjutnya, bagi orang yang senantiasa berbuat keburukan dan maksiat, kematian baginya merupakan
mustarahum minhu. Maknanya, bukan dirinya yang istirahat, tapi orang lainlah yang beristirahat dari keburukan dirinya selama hidup.
"Jadi kematian tidak usah kita khawatirkan, yang perlu dikhawatirkan adalah bagaimana kondisi saat nanti kita mati," ujarnya.
Ustaz Yayan bercerita mengenai kisah kematian Wali Kota Bandung, Oded M Daniel pada 10 Desember 2021 silam. Betapa nikmatnya kematian seorang muslim dalam puncak keimanan dan sedang beramal shalih.
Baca Juga: Jangan Sepelekan Sirkulasi Rumah, Suaka Akhir Kala Pandemi"Saya mah mau meninggal seperti Pak Oded, beliau diberikan khusnul khatimah, meninggal saat akan mengisi khutbah Jum'at," ujar Ustaz Yayan.
Ia menambahkan bahwa kematian seseorang merupakan rahasia, hanya Allah saja yang tahu. DIrahasiakannya kematian memiliki hikmah agar umat Islam senantiasa mempersiapkan diri dan tidak berleha-leha, karena kematian bisa datang kapan saja.
"Menurut Nabi Muhammad shallahu alaihi wasallam, orang yang cerdas adalah ia yang banyak mengingat kematian dan mempersiapkan diri menghadapi kematian itu," ujar Ustaz Yayan.
Baca Juga: Tengok 8 Cara Mendekorasi Rumah Seorang Muslim(zhd)