Langit7, Jakarta - Perkembangan teknologi digital yang cukup signifikan turut mempengaruhi perilaku masyarakat, termasuk sosialisasi dan transaksi jual-beli.
Bahkan, kini lahir yang namanya Metaverse, di mana setiap orang tergabung dalam dunia virtual untuk bersosialisasi dan diyakini menjadi ladang bisnis yang cukup menguntungkan melalui transaksi jual-beli di dalamnya.
Baca juga: Ternyata Ini Keuntungan Bisnis di Metaverse yang Buat Facebook NafsuMenanggapi hal itu, Pengamat Ekonomi Syariah IPB University, Irfan Syauqi Beik menyebutkan, perkembangan dunia virtual yang luar biasa cepat, menuntut setiap orang untuk bisa beradaptasi, termasuk dari sisi muamalah, berekonomi dan berbisnis.
"Terkait metaverse ini, saran saya, kita lihat dari sisi maslahat dan mudharatnya saja. Kalau metaverse ini bisa memfasilitasi kebaikan demi kebaikan, kenapa tidak kita manfaatkan," jelasnya kepada Langit7.id, Senin (24/1).
Dalam hal ini, lanjut dia, terdapat tiga hal yang perlu dijaga terkait aspek ekonomi syariah.
Pertama, memastikan transaksi yang dilakukan secara virtual ini tidak melanggar syariah, seperti bebas dari riba, gharar, dan maysir. Kedua, memastikan keadilan dalam berekonomi, artinya tidak boleh ada pihak yang dizalimi.
"Ketiga, tidak melanggar aturan hukum di negara kita," jelasnya.
Baca juga: Mengenal Metaverse, Dunia Virtual yang Gencar Dikembangkan Bos FacebookDia menambahkan, selama dapat menjaga ketiga hal ini, maka InsyaAllah diperbolehkan dalam syariah, termasuk transaksi Non Fungible Token (NFT).
"Tapi kalau ada salah satu saja dari ketiga hal ini dilanggar, dan tidak sesuai syariah, seperti transaksi menggunakan mata uang kripto dan bukan uang rupiah (e-rupiah), maka tentu itu melanggar UU dan harus dihindari," tambahnya.
Seperti diketahui, Metaverse adalah seperangkat ruang virtual yang dapat diciptakan dan dijelajahi dengan orang lain, walaupun tidak berada di ruang fisik yang sama.
Metaverse menghadirkan bentuk pekerjaan dan bisnis baru. Teknologi
Non Fungible Token (NFT) yang dilekatkan dalam dunia metaverse menjadikan aset yang ada dapat dimiliki secara sah oleh pengguna.
NFT sendiri merupakan aset digital yang bisa digunakan sebagai bukti kepemilikan barang dan dapat dibeli dengan mata uang kripto. NFT meliputi berbagai bidang seperti karya seni, video klip, musik, game dan lain sebagainya.
Baca juga: Metaverse Bakal Untungkan Industri Perbankan, Benarkah?(zul)