LANGIT7.ID, Bandung - Penyumbang medali pertama bagi kontingen Indonesia dalam Olimpiade Tokyo
Widy Cantika Aisah berencana membangun masjid di lingkungan rumahnya. Niatannya tersebut tertanam dalam hati Windy jauh sebelum bertolak ke Tokyo.
Ibu Windy Cantika, Siti Aisah bercerita, anaknya berniat mendirikan masjid apabila lolos ke Olimpiade Tokyo 2020. Dengan keberhasilan Windy meraih medali perunggu di cabang angkat besi, Siti Aisah berharap keinginan putrinya segera terwujud.
Pemerintah Indonesia menjanjikan bonus Rp1 miliar untuk atlet penyumbang medali perunggu pada Olimpiade Tokyo 2020. Sementara, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) memberikan bonus Rp300 juta.
"Dulu, mau Olimpiade 2020, dia begitu lolos dapat tiket mudah-mudahan ya Allah saya dikasih rezeki bikin masjid. Kebetulan di RT kami belum ada
masjid," kata Siti Aisah di Desa Malasari, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung seperti dilansir Antara, Ahad (25/7/2021).
"Dia (Windy)
Alhamdulillah sekarang tercapai, walaupun dapat rangking ke tiga," ungkapnya.
Berdasarkan catatan resmi Olimpiade, Sabtu (24/7/2021) Windy yang turun di kelas 49 kg meraih medali perunggu usai mencatatkan total angkatan 194 kg dengan
snatch 84 kg dan
jerk 110 kg. Windy, yang memulai debutnya di ajang
Olimpiade, sempat gagal mengangkat beban seberat 84 kg. Namun, dia berhasil memanfaatkan kesempatan kedua.
Di percobaan ketiga, Windy kembali gagal saat menambahkan beban menjadi 87 kg. Kegagalan tersebut langsung dibayar lunas saat atlet berusia 19 tahun itu berhasil menaklukan angkatan
clean and jerk.
"Dia langsung
video call, mengucapkan Mah terimakasih doa dan dukungannya dari mamah, dari bapak dan dari aa semua. Cuma neng bisa menyumbangkan rangking ketiga, langsung dia ditutup karena dia langsung ditelepon sama menteri olahraga langsung," ucapnya.
(asf)