LANGIT7.ID - , Jakarta - Sekretaris Bidang Kerja Sama Kantor Mufti India, Syekh Muhammad An-Nurany mengatakan umat Islam di India berhasil mengembangkan lembaga-lembaga pendidikan Islam, mulai dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi.
Hal tersebut disampaikan Syekh Muhammad An-Nurany dalam dialog internasional yang digelar secara virtual oleh Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerja sama Internasional (HLNKI) MUI, seperti dikutip dari MUI Digital, Sabtu (26/2/2022).
“Lembaga-lembaga pendidikan agama dan rumah sakit yang didirikan oleh umat Islam semakin berkembang pesat. Bahkan kegiatan ceremonial keagamaan, dakwah Islam, dan perayaan hari besar Islampun dapat dengan bebas mereka laksanakan dengan aman,” ujarnya.
Baca juga: Sejarah Damai Kehadiran dan Persebaran Islam di Anak Benua IndiaNurani menyebut, bahkan Mufti India, Syekh Abu Bakar, mampu membangun 3500 masjid di seluruh India, dan proyek-proyek lainnya dengan seorang diri. Kondisi tersebut membuktikan bahwa umat Muslim bebas beraktivitas di India.
“Salah satu bukti kongkrit adanya kebebasan dan keamanan yang dirasakan umat Islam India adalah berdirinya City of Knowledge (Madinah al-Ma’rifah) di Kota Kerala-India, dua hari perjalanan dengan kereta dari New Delhi,” sambungnya.
Kota Karela merupakan pusat peradaban Islam yang didirikan diatas lahan seluas lebih dari 300 hektar yang terdapat Universitas Markaz at-Tsaqadah al-Islamiyah yang membuka berbagai fakultas di bidang ilmu-ilmu umum dan agama.
Meski disebut universitas Islam, tetapi perguruan tinggi ini membuka kesempatan bagi mahasiswa India non Muslim untuk belajar di sana. Semua mahasiswa yang kuliah di sana mendapatkan beasiswa penuh dari kampus yang biayanya berasal dari para dermawan Muslim India.
Di kota pengetahuan ini pun terdapat hotel-hotel, apartemen, rumah sakit, perpustakaan, dan masjid terbesar di India. Penduduk Muslim di kota ini sebanyak 50% dari keseluruhan penduduknya. Hal ini membuktikan bahwa umat Islam di India bebas berkreasi dan beraktivitas.
Baca juga: MUI: Stop Kekerasan terhadap Umat Islam India!“Umat Islam di India benar-benar menikmati kebebasan dalam menjalankan dan mengekspresikan agamanya. Hubungan pemerintah dengan umat Islam sangatlah baik, umat Islam di India tidak dihalangi untuk melakukan aktifitas sosial keagamaanya,” tuturnya.
Meski begitu, dia mengakui memang ada tindakan-tindakan intoleran dan persekusi oleh segelintir ekstrimis Hindu di beberapa daerah. Namun, kata dia, itu hanyalah riak-riak kecil dalam kehidupan sosial masyarakat India.
“Kejadian-kejadian tersebut sempat terjadi beberapa bulan lalu, dan kondisinya kini dapat diatasi dan telah membaik,” katanya.
Dia menjelaskan, secara umum, hubungan umat Islam dan umat Hindu berjalan dengan baik, serta berada dalam kondisi yang aman, damai, dan stabil.
“Bagi umat Islam India, letupan-letupan yang ditimbulkan oleh segelintir kecil Hindu radikal tidak perlu disikapi secara reaktif, karena hal itu justru akan menimbulkan madharat yang lebih besar,” ungkapnya.
Baca juga: Di Balik Pelarangan Hijab di IndiaTerkait dengan naiknya Rezim Pemerintah yang militan Hindu, dia tidak menampik bahwa hal itu seolah menjadi energi penggerak radikalisme Hindu. Namun demikian, lanjutnya, pemerintah India tetap bersikap baik terhadap umat Islam.
Dia menyebut para ulama India atas arahan Mufti India terbukti menunjukkan kepemimpinan umat yang baik. Dia menambahkan, atas arahan para ulama juga, umat Islam di India mampu bersabar dan bijak dalam menyikapi tindakan-tindakan agresif atas mereka.
“Kematangan kepemimpinan ulama terbuktif efektif membuat umat menjadi matang dan bijak dalam bersikap, seolah mereka ingin menegaskan bahwa energi positif yang mereka tebarkan akan sangat efektif untuk menghadapi dan melenyapkan benih-benih kebencian dan permusahan dari siapapun,” tegasnya.
(est)