Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 01 Juni 2026
home global news detail berita

UEA Serukan Kenaikan Produksi, Harga Minyak Langsung Anjlok

Garry Talentedo Kesawa Kamis, 10 Maret 2022 - 12:05 WIB
UEA Serukan Kenaikan Produksi, Harga Minyak Langsung Anjlok
Ilustrasi pengeboran minyak di tengah laut. Foto: Langit7.id/iStock
LANGIT7, Jakarta - Harga minyak global pada akhir perdagangan, Kamis (10/3/2022), mencatat penurunan terbesar sejak awal pandemi hampir dua tahun lalu. Hal itu terjadi setelah Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan anggota OPEC akan mendukung peningkatan produksi ke pasar yang kacau karena gangguan pasokan sebagai dampak penerapan sanksi ke Rusia setelah menginvasi Ukraina.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei anjlok lebih dari 17 persen atau merosot 16,84 dolar AS atau 13,2 persen, menjadi menetap di 111,14 dolar AS per barel. Penurunan satu hari terburuk sejak 21 April 2020.

Baca Juga: Harga Minyak Mentah Dunia Naik, Pertamina Pastikan Pertalite Stabil

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Maret terpangkas 15,44 dolar AS atau 12,5 persen. Ditutup pada 108,70 dolar AS per barel atau menjadi yang terburuk sejak November tahun lalu.

"Kami mendukung peningkatan produksi dan akan mendorong OPEC untuk mempertimbangkan tingkat produksi yang lebih tinggi," kata Duta Besar Yousuf Al Otaiba dalam sebuah pernyataan yang dicuit oleh Kedutaan Besar UEA di Washington.

"Itu bukan apa-apa. Mereka mungkin dapat membawa sekitar 800.000 barel ke pasar dengan sangat cepat, bahkan segera, membawa kita sepertujuh jalan ke sana dalam menggantikan pasokan Rusia," kata Bob Yawger, direktur energi berjangka di Mizuho.

Baca Juga: BBM Resmi Naik di Sejumlah Wilayah, Ini Harga Terbaru Maret 2022

Penurunan harga juga diperburuk para pedagang yang menafsirkan beberapa komentar yang dilaporkan dari seorang menteri Irak sebagai kesediaan negara itu untuk meningkatkan produksi jika diperlukan. Namun, pemasar minyak mentah milik negara SOMO kemudian mengklarifikasi bahwa pihaknya melihat kenaikan bulanan OPEC+ sudah cukup untuk mengatasi kekurangan minyak.

Pernyataan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) berubah pekan ini ketika Sekretaris Jenderalnya Mohammed Barkindo mengatakan bahwa pasokan semakin tertinggal dari permintaan. Hanya seminggu yang lalu, kelompok dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, menyalahkan kenaikan harga pada geopolitik daripada kurangnya pasokan dan memutuskan untuk tidak meningkatkan produksi lebih cepat dari sebelumnya.

OPEC+, yang mencakup Rusia, telah menargetkan peningkatan produksi 400.000 barel per hari setiap bulan, dan telah menolak permintaan dari Amerika Serikat dan negara-negara konsumen lainnya untuk memompa lebih banyak. Rusia menjadi pengekspor minyak mentah dan bahan bakar utama dunia, mengirimkan sekitar 7 juta barel per hari atau 7,0 persen dari pasokan global.

Baca Juga: Pemerintah dan Pertamina Pastikan Harga Elpiji 3 Kg Tak Naik

Harga minyak telah jatuh di awal sesi setelah Badan Energi Internasional mengatakan cadangan minyak dapat dimanfaatkan lebih lanjut untuk mengkompensasi gangguan pasokan Rusia. "Jika ada kebutuhan, jika pemerintah kita memutuskan demikian, kita dapat membawa lebih banyak minyak ke pasar, sebagai salah satu bagian dari tanggapan," kata ketua IEA, Faith Birol.

Birol mengatakan keputusan IEA pekan lalu untuk melepaskan 60 juta barel minyak dari cadangan strategis adalah tanggapan awal. Pernyataannya menggemakan kata-kata dari Penasihat Senior Departemen Luar Negeri AS Amos Rothstein pada konferensi industri pada Selasa (8/3/2022) yang juga menyarankan lebih banyak rilis akan datang.

Tingkat Cadangan Minyak Strategis AS turun minggu lalu ke level terendah sejak Juli 2002, karena pemerintahan Biden telah menyetujui pelepasan pada November sebagai bagian dari upaya yang lebih besar untuk meningkatkan pasokan bahan bakar AS. Dunia sedang bekerja sama untuk mengatasi lonjakan harga minyak dan itu telah menempatkan puncak jangka pendek untuk minyak mentah, kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.

Baca Juga: Penerbangan Komersil Tersedia, Warga AS Didesak Tinggalkan Rusia

Diketahui, Amerika Serikat melarang impor minyak dan gas dari Rusia pada Selasa (8/3/2022). Sementara, Inggris menyatakan menghapus impor minyak Rusia pada akhir tahun, yang menambah gangguan ekspor yang disebabkan oleh serangkaian sanksi ekonomi hukuman terhadap Rusia.

Harga minyak telah reli lebih dari 30 persen sejak invasi Rusia pada 24 Februari, menyentuh puncak di atas 139 dolar AS per barel pada Senin (7/3/2022), dan Relative Strength Index untuk Brent, indikator momentum, menunjukkan pasar akan melakukan aksi jual.

"Pasti ada ruang untuk sedikit pendinginan di sini," kata Yawger. "Pada level ini, Anda akan kehabisan pembeli." (Sumber: Antaranews)

Baca Juga:

Dicoret dari Piala Dunia, Rusia Gugat FIFA ke CAS

Benarkah Rusia Bangsa Rum dalam Nubuat Rasulullah SAW?


(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 01 Juni 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)