LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Majelis Pemberdayaan Pesantren dan Masjid (MPPM) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Guspardi Gaus, menilai pondok pesantren memiliki peran strategis mengerek ekonomi berbasis umat.
Maka itu, upaya membangun ekonomi keumatan berbasis ponpes harus terus dikembangkan, termasuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan santri sebagai daya dukung percepatan pembangunan bangsa.
Guspardi mengatakan, ICMI mendukung pesantren agar memiliki kemampuan ekonomi yang kuat, berdaya saing, dan kompetitif dalam melakukan perubahan di tengah masyarakat dan memajukan kesejahteraan umat.
Baca juga: DMI: Santri Harus Jadi Cendekiawan Muslim Masa Depan“Ekonomi keumatan berbasis ponpes akan terus berproses. Oleh karenanya, perlu disusun sejumlah program yang sistematis, konstruktif, dan berkelanjutan,” kata Guspardi di Jakarta, Jumat (18/3/2022).
Membangun ekosistem ekonomi keumatan berbasis pondok pesantren perlu dimulai dari gerakan literasi ekonomi keumatan. Selain itu, juga harus membangun platform digital berbasis pesantren, membuat pilot percontohan di beberapa daerah, serta melakukan sinergitas dengan berbagai stakeholder. Maka itu, dia mendorong program inkubator pondok pesantren bisa menjadi prioritas program MPPM ICMI.
Program inkubator pondok pesantren itu akan diselenggarakan secara periodik. Per tiga bulan sekali ICMI akan menggelar Halaqah Kemandirian Pesantren yang diikuti 33 Pesantren dan perwakilan Provinsi se-Indonesia.
Halaqah itu akan berlangsung dua hari dengan narasumber dari ICMI, kementerian, dan pihak swasta seperti perusahaan penyedia aplikasi digital. Dari 33 pondok pesantren itu akan dipilih 5 pesantren unggulan yang akan dijadikan pilot percontohan ICMI.
Pembukaan Halaqah akan diselenggarakan pada 20 April 2022 bertepatan dengan 19 Ramadhan 1443 oleh Ketua Umum ICMI, Arief Satria, di Pondok Pesantren Al-Mizan Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat.
Baca juga: Presiden Harapkan Kontribusi ICMI Menghadapi Tantangan BangsaDalam momen tersebut juga akan diserahkan Penghargaan Nabawi Award untuk 10 Masjid terbaik di Indonesia. Masjid itu harus memenuhi 6 kriteria masjid sebagai pusat peradaban umat Islam.
Wakil Ketua MPPM ICMI, Sodik Mujahid, mengatakan, program itu akan mempercepat laju pertumbuhan ekonomi berbasis keumatan. Apalagi lokomotifnya memanfaatkan pesantren yang telah menyebar di berbagai pelosok Tanah Air.
“MPPM ICMI akan terus mendorong pesantren dan masjid untuk bersinergi, berkompetisi dan bergerak maju membangun ekonomi keumatan menuju terwujudnya masyarakat Indonesia yang adil, sejahtera, dan maju,” kata Sodik.
(jqf)