LANGIT7.ID - Rumah tangga ibarat bahtera yang berlayar di lautan lepas. Suami akan menjadi nahkoda agar kapal sampai ke pantai akhirat dengan selamat. Istri akan mendampingi dengan segenap cinta sehingga tumbuh bunga-bunga cinta di dalamnya. Suara riang anak-anak akan menjadi pelipur lelah.
Pengasuh Pesantren Darush Sholihin Yogyakarta Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal menjelaskan bahwa membina rumah tangga merupakan tanggung jawab dunia akhirat. Maka rumah tangga memerlukan manajemen yang baik agar bisa mengantarkan sekeluarga masuk surga. Suami yang baik akan membawa ke surga. Istri yang patuh juga akan mengantarkan ke surga. Anak-anak pun demikian, mereka akan menjadi amal jariyah untuk kedua orang tuanya.
Rumah tangga harus dikelola dengan baik. Jika tidak dikelola dengan baik, bisa menimbulkan berbagai macam masalah. Masalah yang bisa membuat bahtera retak hingga tenggelam ke dasar samudra kehancuran.
“Memang banyak masalah dalam rumah tangga. Kadang, suami atau istri berpikir untuk bercerai saja. Namun sebenarnya ada langkah-langkah yang telah diajarkan Islam dalam menyelesaikan masalah rumah tangga,” kata Ustadz Abduh melalui akun Youtube Rumaysho TV, Selasa malam (27/7/2021).
Dalam berumahtangga selalu ada ujian dan cobaan. Bahkan terkadang ada konflik. Agar konflik tidak membesar dan berujung pada retaknya rumah tangga, rumah tangga perlu dikelola dengan baik dan benar. Berikut tiga prinsip dalam mengatasi konflik yang terjadi dalam rumah tangga:
1. Sabar Kunci pertama dalam menyelesaikan konflik rumah tangga adalah sabar. Dalam rumah tangga, pertengkaran merupakan hal wajar. Itu biasa terjadi. Akan menjadi tidak biasa jika tidak dikelola dengan baik. Perbedaan pendapat terkadang muncul sehingga menimbulkan pertengkaran suami istri. Acap kali, saat salah satu pihak diambang toleransi, perselisihan terus terjadi hingga berujung percaraian.
Padahal, perbedaan pendapat itu bisa selesai dengan bersabar. Memang, harus diakui bahwa menghadapi masalah rumah tangga dengan sabar itu susah-susah gampang, sebab butuh pengendalian diri dan bijaksana dalam menghadapi masalah. Suami harus berlapang dada. Istri pun demikian.
Bersabar bisa mencegah konflik dalam rumah tangga buruk dan mencegah perceraian. Suami dan istri harus bersabar menghadapi ego masing-masing. Tundukkan ego dengan kesabaran. Kerukunan rumah tangga jauh lebih penting, dibanding amarah yang menguasai hati.
2. Berusaha Mengalah“Jika ada konflik dalam rumah tangga, cobalah untuk mengalah. Mengalah bukan berarti kalah,” kata Ustadz Abduh.
Sikap ini memerlukan kesediaan untuk menurunkan ego dan mengalah demi kebaikan keluarga. Kendati begitu, tetap harus ada kesepakatan untuk berkomitmen tidak mengulang kesalahan yang sama.
Mengalah bisa menjadi solusi dalam menyelesaikan konflik terkait persoalan pribadi seperti ketersinggungan, prasangka buruk, komunikasi yang tidak nyaman dan lain sebagainya. Hal paling penting adalah, mengalah tidak akan menyebabkan wibawa seseorang jatuh.
3. Mudah memaafkanMasalah tidak akan selesai jika pasangan suami-istri sama-sama keras kepala dan tidak mau meminta maaf duluan. Maka itu, sikap saling memaafkan perlu diterapkan. Manusia tidak ada yang lepas dari kesalahan. Boleh jadi hari ini istri melakukan kesalahan, esok giliran suami. Maka saling memaafkan adalah solusi. Toh, memaafkan tidak berarti menjatuhkan harga diri. Memaafkan itu lebih disenangi oleh Allah SWT.
“Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.” (QS Al-Baqarah: 263)
“Maka memaafkan adalah cara mulia. Kalau diungkit-ungkit terus tidak akan selesai. Dendam disimpan terus tidak akan selesai, maafkan. Memaafkan adalah solusi luar biasa. Ketika suami datang meminta maaf, maka maafkan. Begitu pun istri. Kenapa tidak mau memaafkan orang yang datang maaf, apalagi kalau dia benar-benar menyesal,” ujar Ustadz Abduh.
“Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS An-Nur: 22).
Nah, sahabat LANGIT7.ID, itulah 3 manajemen konflik dalam rumah tangga agar bahtera bisa melewati samudera dunia menuju pelabuhan akhirat.
(jqf)