LANGIT7.ID, Yogyakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta agar mahasiswa tetap berpegang pada Iman, Islam dan Akhlak.
Hal tersebut disampaikan Anies Baswedan saat mengisi ceramah Tarawih di Masjid Kampus UGM, Kamis malam (7/4/2021). Anies membawakan ceramah dengan tema Menjadi Manusia Bernilai Menyongsong Indonesia Memimpin Dunia 2045.
Dalam ceramahnya, Anies bercerita tentang pengalamannya saat kuliah di UGM. Dimana saat itu terjadi perbedaan pandangan tentang pro kontra senat di Gelanggan UGM. Antara dirinya yang sebagai ketua senat dan yang menentang. Namun setelah itu tetap berteman dan perbedaan litu lumrah. Serta permasalahan lainnya.
Baca juga: Panggung Peradaban di Masjid UGM: Anies, RK hingga Ganjar Jadi Penceramah TarawihTetapi inilah yang menjadi bekal dirinya saat menjalankan tugas di Jakarta. Yaitu mendapat pelatihan saat belajar di UGM. Dilatih untuk ditemukan masalah, berpikir sistematis, terstruktur dan orientasi solusi. Proses pelatihan ini berjalan tanpa disadari dan baru disadari saat menemukan masalah.
“Sungguh merugi di UGM, hanya dari kos atau rumah ke kampu tanpa mengerjakan yang lain. Jadilah mahasiswa yang sibuk dan kekurangan waktu. Jangan menjadi mahasiwa santai,” harapnya.
Anies pun berpesan kepada mahasiswa sebagai pewaris bangsa untuk meningkatkan dan membangun kompetensi di bidang masing-masing tingkat persaingan global. Yakni dengan menjaga iman, Islam dan aklak sebagai akar atau pondasi.
“Pegang sebagai dasar jangan sampai goyang. Sehingga dapat menjadi manusia yang unggul dan mampu berkembang seiring berkembangnya zaman tapi tetap menjaga teguh pegangan dasar nilai iman, Islam dan aklak,” pesannya.
Baca juga: Jangan Usir Anak-anak yang Ribut di MasjidMantan Rektor Univeristas Paramadina ini juga menceritakan pengalamannya dalam pembangunan transportasi dan infrastruktur di Jakarta untuk kesetaraan.
Pembangunan transportasi melalui program Jaklingko. Dimana dengan program ini, bukan hanya memberikan kenyamanan bagi penumpang angkutan umum namun juga kesetaraan, sebab siapa saja yang ada di dalam alat transportasi tersebut akan menempati posisi yang sama.
“Adanya progtam ini pun meningkatkan jumlah penumpang angkutan umum,” katanya.
Anies menjelaskan dulu penumpang angkutan umum rata-rata 350 ribu orang per hari, namun sekarang dengan system baru menjadi 1 jta orang per hari, dan ditargetkan nantinya 4 juta orang per hari. Dampak dari ini, Jakarta tahun 2017 menempati no 4 kota termacet di dunia.
Peringkatkan pun terus turun. Tahun 2018 menjadi nomer 7, 2019 turun ke 10 besar, kemudian 2020 turun menjadi 32 dan 2021 turun kembali menjadi 64.
Selama empat tahun, dari nomer 4 menjadi ke 64. Ini kerja semua warga yang memilik kendaraan umum. Sebab kendaraan umumnya nyaman.
Baca juga: Keutamaan Waktu Jelang Berbuka, Doa Cepat Dikabulkan "Bangun transportasi umum bukan hanya mengatur mobilitas penduduk. Transportasi itu mengenai sosiologi penduduk dan bagaimana membangun kesetaraan dan perasaan kebersamaan diruang yang berbeda. Sama seperti trotoar yang juga seperti itu,” papar alumni Fakultas Ekonomi UGM itu
Anis menjelaskan jika Pemprov DKI Jakarta membangun infrastruktur dengan menerapkan tiga hal, yaitu gagasan, narasi dan karya. Dengan mengkombinasikannya bisa terbentuk secara alami di masyarakat. Infrastruktur bukan hanya semata untuk infrastruktur, melainkan demi tujuan sosial.
Sebab jika hanya karya tanpa narasi dan gagasan, tdak akan bisa menjelaskan kenapa ini dibangun.Ada gagasan sosiologi dan kemasyarakatan, lalu transportasi infrastruktursebagai narasinya maka hasilnya akan menjadi perasaan akan sebuah kesetaraan hidup.
“Ini yang terus didorong membangun dan menjaga kesetaraan dan perasaan persatuan,” jelasnya.
(sof)