LANGIT7.ID - , Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (
Menkominfo), Johnny G. Plate, mengatakan Nahdlatul Ulama (NU) bisa memanfaatkan teknologi digital untuk
syiar nilai-nilai agama.
Hal tersebut ditegaskan Menkominfo usai penandatanganan nota kesepahaman antara Kominfo dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (
PBNU),di sela-sela Konferensi Besar NU di Jakarta, Jumat (20/5/2022) malam.
Baca juga: Nahdlatul Ulama Rumuskan Sistem Kaderisasi BaruNota kesepahaman yang ditandatangani oleh Menkominfo, Johnny G. Plate, dan Ketua PBNU,
KH Yahya Cholil Staquf, tersebut terkait kerja sama percepatan transformasi digital.
"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam mengakselerisasi transformasi digital. Untuk itu harus bekerja sama dengan sejumlah elemen bangsa, salah satunya dengan NU," kata Johnny dalam keterangan resmi yang dikutip, Sabtu (21/5/2022).
Lebih lanjut, Johnny menambahkan, nota kesepahaman tersebut merupakan tonggak sinergi untuk bersama mendorong ekosistem digital yang lebih produktif, bermanfaat, dan bertanggung jawab.
Johnny menambahkan, percepatan transformasi digital akan menjadikan pesantren-pesantren NU terkoneksi dengan jaringan
internet. Kondisi itu akan membuat para santri dan guru-guru pesantren bisa memanfaatkan berbagai program Kemkominfo, seperti Gerakan Nasional Literasi Digital dan Digital Talent Scholarship.
Dalam kesempatan tersebut, Menkominfo juga menyampaikan bahwa percepatan transformasi digital akan berpihak pada usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM0) melalui program UMKM Go Digital dan program adopsi teknologi digital 4.0 bagi UMKM.
"Sebanyak 10 ribu UMKM yang dibangun NU seperti dikatakan Ketua PBNU tadi, bisa memanfaatkan teknoligi digital," kata Johnny.
Baca juga: Menkominfo: Peralihan Teknologi 5G Membuka 4,6 Juta Pekerjaan BaruSementara di kesempatan yang sama, Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, menyambut baik dan menyampaikan terima kasihnya atas penandatanganan nota kesepahaman antara kedua pihak, PBNU dan Kemkominfo.
"PBNU memang banyak bekerja sama dengan pemerintah. Dan kali ini dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika," kata Menkominfo.
(est)