LANGIT7.ID - , Jakarta - Penyakit hand, foot, and mouth diseas (HMFD) atau dikenal dengan flu singapur merupakan infeksi menular yang disebabkan oleh virus dari genus Enterovirus, paling sering coxsackievirus.
Dokter spesialis anak, dr Arifianto, Sp. A(K) menyebutkan penyakit tersebut mengakibat kelainan kulit yang timbul sehingga bisa terlihat sampai ke selangkangan dan tiga bagian tubuh yakni siku, lutut, dan sekitar tengkuk.
Baca juga: Bayi Ditahnik? Begini Penjelasan Dokter AnakMeskipun begitu, HFMD umumnya merupakan penyakit ringan dan sembuh sendiri. Jadi tidak perlu obat. Namun, tambahnya ada satu kondisi yang jika dialami anak maka orang tua harus segera membawanya ke dokter.
"Kalau ada
dehidrasi yang tidak dapat ditangani orangtua, maka segera bawa ke dokter" ujar dr Arifianto kepada Langit7, Kamis (26/5/2022).
Terkait penyebab, dokter spesialis anak di RSUD Pasar Rebo di Jakarta Timur ini mengatakan karena
infeksi virus keluarga Enterovirus. Namun yang paling sering akibat Coxsackie virus. Meskipun begitu, ia sekali lagi menegaskan bahwa virus ini tidak butuh obat.
"Infeksi virus pastinya TIDAK butuh antibiotik. HFMD sembuh sendiri, TANPA perlu antivirus atau apapun itu namanya. Virus menyebar lewat bersin, percikan ludah, atau tangan yg menyentuh objek terkontaminasi," ucapnya.
"Maka hindari penggunaan gelas/alat makan dan sikat gigi bersama, dan kontak dengan tinja anak yang mengandung virus. Selalu cuci tangan setelah menceboki anak, begitu juga anak besar yang harus selalu mencuci tangan setelah BAB," lanjut alumni Universitas Indonesia ini.
Baca juga: Solusi Demam Anak, Perhatikan Aturan Pakai ParacetamolLebih lanjut, ia berkata Coxsackie virus ada di bintil atau lenting di lapisan dalam mulut dan permukaan kulit lainnya, dan di dalam saluran cerna. Penularan termudah terjadi melalui tempat-tempat yang padat penduduk anak. Seperti Daycare, TK, SD, dan tempat bermain (playground) di mal. Maka itu, Wajar pasca lebaran terjadi "ledakan" kasus.
Adapun gejala awal bisa disertai demam namun tidak selalu, lalu muncul bintil atau lenting yang makin banyak di sekitar mulut dan rongganya, telapak tangan, telapak kaki, siku, lutut, hingga sekitar kemaluan dan lipat paha. dr Arifianto menuturkan bintil dan lenting bisa menyebar sampai 7 hari, lalu perlahan menghilang. Beda halnya dengan
cacar air.
"Bedakan dengan cacar air alias varisela. Cacar air menyebar hingga ke wajah dan kulit kepala, lalu punggung dan dada. HFMD tidak seluas ini penyebarannya. Kalaupun varisela, sama-sama tidak perlu obat, karena virus yang sembuh sendiri. Usia rentan kurang dari 10 tahun. Dewasa sangat jarang," ungkapnya.
"Apa obatnya? Sariawan yg timbul membuat anak sukar makan dan minum? Pastikan anak banyak minum agar tidak dehidrasi. Boleh berikan es krim atau minuman dingin agar lebih nyaman. Demam dan nyeri sendi sesaat bisa diredakan dengan parasetamol. Inipun tidak harus. Isolasi anaknya!" kata dr Arifianto.
Baca juga: Sebabkan Demam Thypoid, Ini Bahaya Salmonella dan Cara AtasinyaUntuk mencegah penularan makin luas, ungkapnya alangkah baiknya Anda segera isolasi anak selama 10 hingga 14 hari. dr Arifianto mengakui memang sekilas virus ini terlihat menyeramkan, namun ia mengingatkan agar para orang tua tidak perlu terlalu panik.
"Ada bahayanya? Hampir tidak ada komplikasi, meskipun kepustakaan mencatat risiko meningitis/ ensefalitis yang sangat rendah. Prinsipnya sama dengan semua penyakit: amati ada/tidaknya kegawatan. Sampai saat ini belum ada vaksinnya. Meskipun kadang tampak "menyeramkan", jangan panik, banyak baca, sabar, dan semoga lekas sembuh!" pungkasnya dikutip dari cuitan Twitter @dokterapin dan sudah mendapatkan izin dari dr Arifianto.
(est)