LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam)
Mahfud Md mengungkapkan banyaknya pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Indonesia. Pelaku pelanggaran HAM saat ini menurutnya banyak dilakukan oleh sesama rakyat.
Mahfud tak menampik adanya fenomena
pelanggaran HAM di Indonesia. Namun, dia mengatakan pola pelanggaran HAM saat ini sudah berubah.
Baca Juga: Kapolda Jateng: Polisi Beking Pelanggaran, Dicap Pengkhianat"Kalau pelanggaran HAM dulu bersifat vertikal, dari pemerintah terhadap rakyat, sekarang pelanggaran HAM dari rakyat terhadap rakyat lain yang banyak. Itu namanya kejahatan," kata Mahfud dalam rilis survei Indikator Politik Indonesia secara virtual, dikutip Selasa (12/7/2022).
Pernyataan tersebut dilontarkan saat Mahfud merespons persepsi negatif masyarakat terhadap penegakan hukum dan perlindungan HAM di Indonesia. Dia resah dengan banyaknya tuduhan miring terhadap pemerintah.
"Saya contohkan, kalau saudara ikuti perkembangan tentang penegakkan HAM pemerintah diserang jelek, sudah disoroti
PBB. PBB sudah membentuk tim akan menyelidiki pelanggaran HAM dan sebagainya," ujar Mahfud.
Menurut Mahfud, isu-isu negatif tentang penegakan HAM hanya ramai di
media sosial. Namun, bila melihat hasil survei yang dirilis Indikator Politik Indonesia fakta berbicara lain.
Baca Juga: Kemlu RI: Tidak Ada Rencana Kedatangan Dewan HAM PBB ke PapuaMahfud mengaku sudah berkunjung ke markas Dewan HAM PBP pada 13 dan 14 Juni silam. Menurutnya, PBB tidak sama sekali menyoroti adanya permasalahan HAM di Indonesia.
"Sebab itu saya katakan yang ada di medsos hanya kerjaan kelompok tertentu saja. Datang ke Jenewa bicara dengan orang lalu dimuat, diviralkan bahwa ini pembicaraan dengan PBB. Dan (nyatanya) PBB tak ada agenda tentang itu. Ini saya pastikan," ucap Mahfud.
Selain itu, hasil survei Indikator Politik Indonesia pada periode 16-24 Juni 2022, kondisi keamanan, mayoritas responden menilai kondisi keamanan nasional sangat baik. Valuasi terhadap kondisi keamanan nasional lebih positif dibanding temuan sebelumnya.
Mahfud lalu bicara mengenai pelanggaran HAM sesama rakyat. Menurutnya, hal ini merupakan hal yang sering terjadi dalam setiap tindak kejahatan.
"Misalnya, tentara menabrak orang berpacaran lalu mayatnya dilempar ke sungai, ya itu pelanggaran HAM, tapi bukan HAM berat, itu pelanggaran HAM biasa seperti halnya orang membunuh istrinya, dokter meracuni suaminya dan sebagainya, bahkan banyak setiap hari," tutur Mahfud.
Baca Juga:
Presiden Jokowi Komitmen Tuntaskan Pelanggaran HAM Berat
Mahfud MD: Papua Saudara Kita, Bukan KKB(asf)