LANGIT7.ID, Jakarta - Semua nilai-nilai Islam terkandung dalam kitab suci Al-Qur'an, kitab yang sempurna diturunkan kepada Rasulullah Saw. Islam pun melarang kaum muslimin memiliki penyakit hati berupa sifat-sifat negatif, maka dari itu Al-Qur'an memiliki peran sebagai penawar hati.
Dengan membaca Al-Qur'an, akan memunculkan rasa ketenangan batin. Tak sekadar di baca, lantunan ayat-ayat suci tersebut pun harus diamalkan agar meningkatkan kualitas keimanan dan tentram dalam berkehidupan.
Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Isra ayat 82:
وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارًا
Artinya: Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.
Baca Juga: Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 22: Larangan Menyekutukan Allah SWTSyekh Wahbah az-Zuhaili dalam tafsir Al-Wajiz mengatakan, telah turun kepada manusia ayat dari Al-Qur’an yang merupakan obat bagi hati dari kegelisahan, kesyirikan, dan kesesatan serta rahmat yang melimpah bagi orang-orang mukmin. Sementara bagi orang kafir tidak menambah kebaikan, melainkan semakin celaka dan menyimpang akibat pendustaan dan pengingkaran mereka terhadap Al-Qur’an.
Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan, Allah SWT menyebutkan tentang kitab yang diturunkan-Nya kepada Nabi Muhammad Saw, yaitu Al-Qur'an. Al-Qur'an merupakan penawar dan rahmat bagi orang-orang mukmin, yakni dapat melenyapkan berbagai penyakit hati, antara lain keraguan, kemunafikan, kemusyrikan, dan menyimpang dari perkara yang hak serta cenderung kepada hak yang batil.
Adapun orang kafir, yaitu orang yang menganiaya dirinya sendiri dengan kekafirannya, mendengarkan Al-Qur'an tidak menambahkan kepadanya ketenangan, melainkan hanya kejauhan dan kekufuran serta bencana akibat kekafirannya.
Dalam tafsir as-Sa'di, Syekh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di menuturkan, sejatinya Al-Quran itu mengandung penyembuh dan rahmat. Akan tetapi, kandungan itu hanya diperuntukkan bagi orang-orang beriman yang membenarkan ayat-ayat-Nya lagi mengetahuinya.
Baca Juga: Jakarta Islamic Centre, Dakwah Mengakar dan Mendunia dari Eks LokalisasiAdapun orang-orang zalim yang tidak membenarkan atau tidak mau mengamalkannya, maka ayat-ayat itu tidak menambah kepada mereka kecuali kerugian belaka. Hal ini karena hujjah telah tegak atas mereka.
Penyembuhan yang disebutkan dalam Al-Qur'an itu bersifat umum untuk menyembuhkan hati dari syubhat dan kebodohan, pemikiran rusak, dan penyimpangan yang buruk, serta niat yang busuk.
Berdasarkan ketiga tafsir di atas, Allah SWT menurunkan Al-Qur'an sebagai obat penawar hati dari sifat-sifat buruk bagi orang-orang beriman. Karena itu, orang-orang yang enggan mendengarkan, membaca, dan mengamalkan ayat-ayat Al-Qur'an akan mendapat kerugian yang besar.
Baca Juga: Habib Abdurrahman: Fase Hidup Manusia Sangat Singkat, Hanya 4 Episode(zhd)