LANGIT7.ID, Jakarta - Pesantren dinilai menjadi tempat yang tepat untuk anak mendapatkan pendidikan. Namun, masih banyak orang tua yang belum memahami usia berapa yang ideal untuk memasukkan anak ke pesantren.
Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Al Bahjah KH Yahya Zainul Ma’arif Jamzuri atau akrab disapa Buya Yahya, usia ideal anak untuk masuk ke pondok pesantren adalah 12 hingga 13 tahun.
"Jika kondisi rumah sehat, dalam artian dapat mendidik anak untuk menjalankan ibadah dan menjauhkan maksiat maka ideal memasukkan anak ke pondok pesantren di usia tersebut," ujar Buya Yahya, mengutip dari kanal YouTube Al-Bahjah TV, Selasa (30/8/2022).
Baca Juga: Visi Peradaban Ponpes Assalaam Dirikan Observatorium dan PlanetariumMenurut Buya Yahya, pada usia tersebut tersebut anak-anak memiliki keingintahuan sangat tinggi terhadap dunia luar.
"Pada usia 12 tahun ke atas ideal memasukkan anak ke pesantren karena dapat membatasi keingintahuan yang sekiranya bisa merusak (psikis) anak," kata Buya Yahya, mengutip dari kanal YouTube Al-Bahjah TV.
Usia IdealMenurut Ketua Asosiasi Psikolog Muslim Indonesia, Muhammad Iqbal, hindari memasukkan anak ke pesantren saat usianya masih di bawah tujuh tahun atau menginjak Sekolah Dasar (SD).
"Idealnya adalah ketika masuk pesantren anak menginjak Sekolah Menengah Pertama (SMP) karena SD adalah usia-usia pembentukan karakter dan membangun kedekatan dengan keluarga," ujar Iqbal kepada
Langit7.id, Selasa.
Menurut Iqbal, sejak kecil anak masih belum matang secara psikis sehingga memerlukan pendampingan orang tua. "Usia SD anak belum bisa mandiri dan belum matang secara fisik maupun psikis, sehingga masih memerlukan pendamping orang tua," tuturnya.
Iqbal menegaskan, jika orang tua menganggap pesantren jalan terbaik untuk pendidikan anak-anaknya, maka komunikasi perlu dibangun secara perlahan tanpa ada paksaan.
Baca Juga: Pesantren Ngruki Tidak Pernah Anti-NKRI, Sudah Nasionalis Sejak Didirikan"Sejak awal komunikasi orang tua dengan anak harus terbuka, kenalkan mereka dengan dunia pesantren sejak awal, baik melalui tayang media ataupun berkunjung langsung," kata Iqbal.
Menurut Iqbal, mental merupakan hal terpenting perlu dibangun pada anak supaya tidak ada keterpaksaan dalam menjalani pendidikan di pesantren.
"Pastikan orang tua dapat menyiapkan mental dan dasar-dasar agama sebagai modal dasar. Sehingga ketika di pesantren mereka mentalnya sudah kuat dan memiliki skill," tuturnya.
Baca Juga: Mengenal Macam-macam Tafsir Al-Quran Sejak Zaman Sahabat(zhd)