LANGIT7.ID - , Jakarta -
Konflik dalam
rumah tangga adalah hal biasa yang penyelesaiannya tergantung dari reaksi kita dan pasangan. Sebagai Muslim, sudah sepatutnya kita meneladani
Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, termasuk penyelesaian konflik rumah tangga.
Pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah Yahya Zainul Ma'arif atau akrab disapa
Buya Yahya mengatakan Rasulullah dan Sayyidah Aisyah menyelesaikan konflik rumah tangga dengan indah.
Baca juga: Gambaran Fisik Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam: SempurnaMenurut Buya Yahya, ketika Nabi saw menemukan sesuatu yang berbeda dari
Aisyah ra seperti marah, maka beliau langsung menghiburnya. Namun, saat hal tersebut tak teratasi, Rasulullah akan memanggil seseorang untuk menjadi penengah mereka. Orang itu adalah ayah Aisyah,
Abu Bakar Ash Shiddiq."Ada satu masalah yang lumayan, karena Aisyah waktu itu masih sangat muda jadi kedewasaannya belum terbangun, akhirnya Nabi mendatangkan penengah, yaitu Abu Bakar Ash Shiddiq," kata Buya Yahya dalam salah satu video dakwahnya di channel Buya Yahya, dikutip Jumat (30/9/2022).
"Nabi berkata pada Abu Bakar as Siddiq, bahwa dia memiliki masalah dengan anaknya dan memintanya untuk menjadi penengah," tambah Buya Yahya.
Namun, lanjut Buya Yahya, sang
mertua Rasulullah menolak karena menganggap dirinyaisa bisa bersikap tidak adil pada keduanya.
Baca juga: Teladan Umar bin Khattab Lindungi Gereja dan Umat Kristiani di Al-Quds"Nabi berkata itu adalah perintah, maka jadilah dia sebagai penengah," lanjut dia.
Sebagai sosok teladan umat Islam, Rasulullah menunjukkan kedewasaannya dengan bertanya pada sang istri, siapa yang harus berbicara terlebih dulu.
Mendengar tawaran tersebut, Aisyah sebagai wanita yang memiliki penghormatan luar biasa kepada suami, mempersilakan Rasulullah untuk berbicara lebih dulu. Namun, dengan catatan Nabi saw tidak bisa berbicara bohong.
Mendengar ucapan sang putri, Abu Bakar As Siddiq terkejut. Sebab, Nabi tidak pernah berbicara bohong. Dalam kisah tersebut, Buya Yahya menceritakan, Abu Bakar As Siddiq sampai hendak memukul Aisyah. Sontak, Aisyah pun meminta perlindungan di bawah dada Rasulullah.
"Jadi saat itu tidak sadar Aisyah ternyata di saat ada bahaya dari luar, tanpa disadari minta perlindungan kepada suaminya yang dia lagi punya masalah. Inikan sebuah contoh yang unik, cantik dan indah sekali," lanjut Buya Yahya.
Baca juga: Teladan Rasulullah, Bangun Romantisme Hubungan dengan Panggilan SayangHikmah dari kisah nabi tersebut adalah bagaimana seorang suami menempatkan diri. Artinya, jangan sampai suami menjadi sosok menakutkan bagi pasangannya. Hal ini untuk mencegah bila istri mempunya masalah tidak menceritakan pada orang lain.
"Lihat kisah Rasulullah, istrinya masalah dengan dia tetapi di saat ada permasalahan dari luar tetap suami yang menjadi pelindung," jelasnya.
Permasalahan rumah tangga yang diberikan Allah SWT kepada Nabi SAW hanya sebagai contoh bagaimana cara menyelesaikan masalah dengan pasangan.
"Nabi Muhammad memang tidak mungkin salah tetapi Sayyidah Aisyah adalah manusia biasa. Tapi kesalahan yang dilakukan bukan sebuah kesalahan pelanggaran-pelanggaran terhadap suami, justru itu dibuat oleh Allah SWT untuk contoh bagi kita pengikut baginda Nabi agar mengikuti bagaimana cara Nabi dalam menyelesaikan permasalahan," ucap Buya Yahya.
Baca juga: Rumah Tangga Nabi Teladan Ideal bagi Umat(est)