Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Prasangka hingga Fanatisme, Ini 5 Penyebab Konflik Berujung Kerusuhan

Muhajirin Senin, 03 Oktober 2022 - 15:28 WIB
Prasangka hingga Fanatisme, Ini 5 Penyebab Konflik Berujung Kerusuhan
Ilustrasi kerusuhan. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Dunia sepak bola Indonesia tengah berduka. Laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur pada Sabtu (1/10/2022) berbuah petaka. Kapolri Listyo Sigit mengatakan jumlah korban meninggal dunia akibat peristiwa tersebut berjumlah 125 orang.

Ralph K White dalam Ancok, 2004 mengatakan, sebenarnya tidak seorangpun yang menyukai konflik atau peperangan. Itu berarti manusia sebenarnya juga menginginkan keterdekatan dan kerjasama dengan orang lain, berinteraksi secara positif, dan menjalin hubungan yang lebih satu sama lain.

Baca juga: Mengenal Gas Air Mata yang Dipakai saat Kerusuhan Kanjuruhan

Akan tetapi, realitas di lapangan sering terjadi konflik. Ketua Pengurus Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), Dr. Andik Matulessy, menjelaskan, ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab konflik yang berujung pada kerusuhan.


1. Prasangka Sosial


Prasangka merupakan fenomena yang terjadi antarkelompok yang cenderung berkonotasi negatif. Prasangka bisa muncul karena ada konflik atau kompetisi antarkelompok.

Prasangka itu berkaitan erat dengan stereotipe negatif pada kelompok lain atau sitgma yang melekat. Prasangka mengkristal karena tidak pernah ada penyelesaian yang tuntas.

“Pada akhirnya prasangka yang tak kunjung selesai akan menciptakan keinginan untuk melakukan diskriminasi dalam berbagai bidang kehidupan,” kata Andik dalam tulisannya di laman andimatulessy.untag.sby, dikutip Senin (3/10/2022).

Dari situ akan muncul konsep in-group dan out-group yang menganggap kelompok dan orang seide serta seideologi sebagai kelompok benar. Sebaliknya, orang yang berseberangan dianggap ancaman.


2. Fanatisme Berlebihan dan Keliru


Pertentangan antarkelompok bisa muncul karena fanatisme, lalu menganggap rendah kelompok lain. Akhirnya, semua yang berkaitan dengan kelompok lain dianggap negatif, bahkan bisa dianggap musuh.

Baca juga: Nomor Layanan Informasi Pencarian Korban Kerusuhan di Kanjuruhan

“Akhirnya pandangan negatif tersebut akan menjadi bibit permusuhan antarkelompok,” kata Andik.


3. Kurangnya Komunikasi


Pertentangan atau permusuhan kadangkala disebabkan oleh ketidaklancaran dalam mengomunikasikan pesan. Pesan ditangkap oleh orang lain sebagai sesuatu yang berbeda dengan yang sebenarnya diinginkan oleh pemberi pesan.

Dari situ muncul kesalahan persepsi akan maksud pesan tersebut yang berlanjut ketegangan antara pemberi pesan dan Penerima pesan. Begitu pun dalam kehidupan sosial, ketegangan bisa terjadi bila salah mempersepsikan pesan.

“Oleh karena itu, perlu adanya komunikasi antara kelompok agar tercapai kesamaan persepsi atau sensivitas akan maksud dan tujuan pesan yang dikomunikasikan,” ujar Andik.


4. Campur-Aduk Kepentingan


Ketegangan bisa muncul karena suatu kelompok mencampuradukkan kepentingan. Misal kepentingan agama yang memang tidak bisa dilepaskan dari faktor-faktor lain.

Itu menyebabkan umat beragama terpecah menjadi berbagai kepentingan yang mempunyai misi dan visi berbeda. Akhirnya, jika muncul ketegangan di antara berbagai kepentingan, maka tidak bisa dipisahkan dari atribut kepentingan politik atau ekonomi.

Baca juga: Polri Fokus Beri Pertolongan Medis ke Korban Kerusuhan Kanjuruhan

“Apalagi memiliki kekuasaan politik berarti mempunya kekuasaan yang lebih dibanding yang lain. Hal inilah yang seringkali menimbulkan pertikaian dalam kehidupan beragama,” kata Andik.


5. Akumulasi Permasalahan Sosial-Ekonomi


Ketegangan bisa muncul akibat terakumulasi permasalahan sosial-ekonomi, seperti kemiskinan dan pengangguran. Apalagi jika dikaitkan dengan persoalan SARA.

“Hal tersebut bisa menjadi precipitating factor/event yang ampuh dalam memunculkan kerusahan. Apalagi ada provokator yang mampu memenej isu, sehingga mudah membakar massa yang sudah frustasi dengan saabreg ketidakpuasam” ujar Andik.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)